Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi (tengah) bersama Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi (kanan) usai menanam jagung di Kodam I/Bukit Barisan, Medan beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa/Aktual
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi (tengah) bersama Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi (kanan) usai menanam jagung di Kodam I/Bukit Barisan, Medan beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa/Aktual

Jakarta, Aktual.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2022 sebesar 5,44% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Adapun sektor pertanian menjadi sektor yang berkontribusi ketiga tertinggi dalam pertumbuhan di kuartal ini yakni sebesar 12,71%.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mengatakan sektor pertanian kembali menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

Menurutnya, hal ini tak lepas dari kerja keras Kementerian Pertanian (Kementan) serta para petani yang terus menjaga produksi meski dilanda pandemi Covid-19 maupun krisis global.

“Sektor pertanian kembali berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Kita patut syukuri capaian ini, dan terus meningkatkan kinerja agar hasilnya bisa maksimal lagi,” kata Wamentan dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Wamentan Harvick menyampaikan, saat ini krisis pangan dan ekonomi tengah menjadi ancaman dunia. Untuk itu, ia berharap agar sinergi pemerintah dengan petani terus ditingkatkan demi menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

“Saya berharap, sinergi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, dan masyarakat petani terus ditingkatkan guna mengantisipasi datangnya berbagai tantangan di sektor pertanian ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki andil besar bagi perekonomian nasional pada kuartal II-2022. Menurutnya, distribusi pertanian terhadap pertumbuhan PDB mencapai 12,98% dengan pertumbuhannya sebesar 1,37%.

Posisi tersebut masuk tiga besar PDB lapangan usaha yang tumbuh bersama sektor industri dan pertambangan.

Disisi lain, pendapatan masyarakat selama kuartal II diukur melalui Nilai tukar Petani (NTP) juga tumbuh sebesar 3,20% dihitung berdasarkan tahunan atau Y-o-Y. Pertumbuhan itu sekaligus menjadi penyumbang pendapatan masyarakat dan ekonomi indonesia.

“Kalau dilihat distribusi pertumbuhan PDB menurut lapangan usaha pada triwulan II 2022(YonY) distribusi sektor pertanian mencapai 12,98% dan kontribusinya mencapai 1,37%, menguat apabila dibandingkan dengan Q1 tahun 2022 yang hanya tumbuh 1,19%,” kata dia.

(A. Hilmi)