Jakarta, Aktual.com – Pandemi COVID-19 Membuat ekonomi Indonesia mengalami situasi sulit. Menkeu Sri Mulyani Indrawati disuatu diskusi meminta para mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) dapat berkontribusi dalam memulihkan bidang ekonomi, sosial, dan kesehatan.

Sri Mulyani menyatakan kontribusi tersebut dapat berupa memberikan pengertian kepada masyarakat Indonesia untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga kasus positif COVID-19 mampu ditekan.

”Saya ingin mahasiswa PKN STAN memberi pengertian mengenai bahaya COVID-19. Jadi lah orang-orang yang bisa memberi pengertian dan pelita saat suasana redup. Pemahaman pada kesehatan,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Sabtu(18/7).

Sri Mulyani menuturkan pandemi ini juga merupakan tantangan bagi PKN STAN sebagai institusi yang menghasilkan para calon pengelola keuangan negara.

Ia menegaskan calon pengelola keuangan negara harus siap dengan kondisi ketidakpastian yang terjadi secara tiba-tiba sehingga memerlukan penanganan cepat termasuk dalam mengubah APBN 2020.

“Ini tantangan luar biasa. APBN 2020 pada Oktober tahun lalu dirancang dengan tidak ada COVID-19 namun dampaknya luar biasa sehingga kita mengubah APBN,” ujarnya.

Ia melanjutkan respons cepat untuk menangani pandemi sangat dibutuhkan karena dampak yang ditimbulkan begitu banyak mulai dari terjadi PHK hingga negara kehilangan pendapatan karena perpajakan tertekan.

Tak hanya itu, tantangan juga datang dalam mengelola APBN yang harus tetap akuntabel dan transparan di tengah masa krisis pendemi dengan melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan aparat penegak hukum.

“Itu kami lakukan dalam suasana emergency. Banyak kemungkinan terjadi dan hal-hal antara kecepatan, keakuratan, dan akuntabilitas jadi tantangan tidak mudah,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa mahasiswa PKN STAN perlu belajar dari masa krisis saat ini yaitu instrumen keuangan negara harus hadir dan bermanfaat untuk membantu memperbaiki situasi tidak pasti.

“Kita tidak bisa menyerah. Instrumen keuangan negara harus hadir membantu situasi yang genting, sulit, dan luar biasa,” ujarnya.(Antara)

(Warto'i)