Petugas Pemeliharaan Sutet PT PLN (Persero) melakukan evakuasi korban yang pingsan saat simulasi penyelamatan korban di ketinggian Sutet 500 KV Gandul-Kembangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (23/3). Simulasi tersebut merupakan bagian dari Bulan Bakti K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan upaya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tugas dan resiko petugas dalam melakukan pemeliharaan dan menjaga pasokan listrik agar tetap berjalan baik. ANTARA FOTO/Teresia May/ama/16

Jakarta, Aktual.com – Melalui beroperasinya ekspansi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap sebesar 660 Mega Watt (MW) yang berlokasi di Desa Karang Kandri Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, PLN Klaim mampu tambah pelanggan baru sebanyak 350.000 pelanggan.

Direksi Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Tengah, Nasri Sebayang menyampaikan bahwa ekspansi tahap 1 itu menggunakan teknologi Super Critical Boiler berbahan bakar Batubara Low Range (4200 kilo kalori per kilogram ) didukung dengan Fluidized Gas Desulphurizaton (FGD) yang didesain untuk dapat beroperasi secara efisien dan ramah lingkungan.

“Setelah melalui serangkaian uji coba ketahanan dan syncronisasi, akhirnya PLTU Cilacap Ekspansi dinyatakan lulus uji coba dan juga sudah berhasil mendapatkan sertifikat laik operasi. Artinya pembangkit ini akan menambah pasokan hingga 660 MW dan berpotensi menambah pelanggan baru hingga 350.000 ribu pelanggan, serta akan memperkuat keandalan operasi sistem Jawa-Bali secara keseluruhan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Nasri Sebayang dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (16/6).

Lebih lanjut jelasnya, PLTU ini dibangun diatas tanah seluas 39,28 HA dilokasi yang sama dengan PLTU eksisting Cilacap 2 x 300 MW. PLTU Cilacap Ekspansi dikembangkan oleh S2P dengan sponsor PT Sumber Energi Sakti Prima 51peesen dan PT Pembangkitan Jawa Bali 49 persen.

Proyek ini merupakan kelanjutan dari proyek 7.000 MW yang dibangun oleh Independent Power Producer (IPP) atau pengembang swasta dengan durasi pembangunan lebih cepat dari kontraktual yakni hanya 32 bulan saja. Nantinya akan dibeli oleh PLN seharga USD 7.5534 cent USD per KwH dengan asumsi harga batubara USD 72,06/ Ton.

(Dadangsah Dapunta)

(Eka)