Sejumlah pengunjung car free day belajar cara membuat batik di kawasan Bunderan HI, Jakarta, Minggu (22/10/2017). Komunitas batik Pal Batu mengajak para pengunjung car free day untuk belajar membuat batik dan sekaligus menggalang dana dana untuk para anak yatim piatu. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Ekspor Industri batik Indonesia tembus 58,46 juta dolar AS pada 2017 dengan negara tujuan utama meliputi Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

“Industri batik nasional memiliki daya saing komparatif dan kompetitif di pasar internasional. Indonesia juga menjadi market leader yang menguasai pasar batik dunia,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih, Jumat (18/5).

Gati mengungkapkan, perdagangan produk pakaian jadi di dunia saat ini mencapai 442 miliar dolar AS. Ini bisa menjadi peluang besar bagi industri batik nasional agar meningkatkan pangsa pasarnya, mengingat batik sebagai salah satu bahan baku untuk produk pakaian jadi.

“Industri batik kita didominasi oleh sektor IKM yang tersebar di 101 sentra seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, total penyerapan tenaga kerjanya mencapai 15 ribu orang,” paparnya. Potensi ini terus dikembangkan, seiring upaya pemerintah mendorong industri padat karya berorientasi ekspor.

Untuk itu, dalam rangka menggenjot produktivitas dan daya saing industri batik nasional, Kementerian Perindustrian telah menjalankan beberapa program strategis seperti peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan pengembangaan kualitas produk.

(Andy Abdul Hamid)