Presiden Turki Tayyip Erdogan

Istanbul, aktual.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menekankan bahwa Komunitas Islam dunia saat ini memiliki solidaritas yang kuat.

“Apa yang membuat kami khawatir tentang masalah orang-orang yang ribuan atau puluhan ribu kilometer jauhnya dari negara kami adalah Islam sebagai kesatuan, dan kesadaran sebagai umat,” kata Erdogan pada sebuah acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Istanbul, Sabtu (9/11) malam waktu setempat.

Erdogan menegaskan bahwa, persatuan umat Muslim dunia tanpa batas.

“Persekutuan Muslim Universal tidak memiliki batas. Tidak ada yang bisa menabur perselisihan di antara kita,” tambahnya.

Dikutip Daily Sabah, Senin (11/11), pernyataan ini disampaikan Erdogan setelah pihak tertentu meminta untuk mengusir pengungsi Suriah dari Turki kembali ke Suriah. Erdogan menolak permintaan itu. Ini karena landasan solidaritas Muslim antara orang-orang Turki dan Suriah.

Dilansir di aa.com.tr Turki saat ini menampung sekitar 3,6 juta pengungsi Suriah. Jumlah itu lebih dari negara lain di dunia. Turki pun sejauh ini menghabiskan 40 miliar dolar untuk mereka.

“Kita berada dalam zaman krisis di mana ambisi individu, penyakit sosial, ketidakadilan, penindasan dan kekerasan telah turun atas kemanusiaan seperti mimpi buruk.”

Menurut Erdogan jika umat Islam ingin membangun kepercayaan masyarakat, mereka perlu meningkatkan ketulusan, kesetiaan, cinta, rasa hormat, dan kasih sayang dalam hidup mereka, seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad.

(Zaenal Arifin)