Jakarta, Aktual.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang bersiap untuk melakukan lelang pembangunan kilang mini pada bulan depan. Menurut keterangan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), I Gusti Nyoman Wiratmadja, kilang pertama yang akan dilakukan tender berlokasi di Klaster VIII-Maluku (Oseil dan Bula).

Alasan mendasar pendahuluan Klaster itu karena pemerintah merasa semua kondisi telah memasuki tahapan paling siap untuk didorong sesegera mungkin. Apalagi selama ini ongkos transportasi bolak balik membawa minyak dari area sana dirasa sangat mahal karena lokasi lapangan migas sangat marginal.

“Desember ini akan kita lelang yang di klaster VIII yang paling siap. Datanya lengkap. Selain itu, jarak disana memang sangat marginal, jadi memang sangat perlu kilang mini di sana,” kata Wirat saat ditemui di Jakarta, Jumat (25/11).

Untuk diketahui, 8 klaster pembangunan kilang mini yang telah direncanakan pemerintah yaitu Klaster I-Sumatera Utara (Rantau dan Pangkalan Susu). Kluster II-Selat Panjang Malaka (EMP Malacca Strait dan Petroselat), Klaster III-Riau (Tonga, Siak, Pendalian, Langgak, West Area, Kisaran), Klaster IV-JambiĀ  (Palmerah, Mengoepeh, Lemang dan Karang Agung)

Sedangkan klaster V-Sumatera Selatan (Merangin II dan Ariodamar), Klaster VI-Kalimantan Selatan (Tanjung), Klaster VII-Kalimantan Utara (Bunyu, Sembakung, Mamburungan dan Pamusian Juwata) dan Klaster VIII-Maluku (Oseil dan Bula).

Sitem pembangunan sebagaimana yang telah disampaikan yakni melalui lelang terbuka. Namun apabila tidak ada badan usaha yang berminat, maka berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 22 tahun 2016 tentang Pelaksanaan Pembangunan Kilang Minyak Skala Kecil di Dalam Negeri, pemerintah akan melakukan penugasan kepada Pertamina untuk membangun fasilitas tersebut.

Dadangsah Dapunta

(Arbie Marwan)