Wisatawan bersiap terbang dengan menggunakan paralayang di Bukit Paralayang, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/5). Paralayang atau paradigling merupakan salah satu aktivitas wisata yang ramai dilakukan wisatawan dalam memanfaatkan libur panjang akhir pekan di kawasan Puncak. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/kye/16

Palu, Aktual.com — Hari kelima pertandingan prakejuaraan dunia paralayang di Pegunungan Matantimali, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengan, Jumat (19/8), terpaksa dibaralkan karena faktor cuaca.

“Hari ini tidak ada pertandingan karena cuaca buruk,” kata manager pertandingan Nicky Moss dari Inggris di lokasi ‘take off’ Desa Wayu, Kecamatan Marawola, Kabupatem Sigi.

Di hadapan ratusan atlet dari dalam dan luar negeri pada saat ‘briefing’, Nicky Moss menjelaskan bahwa pertandingan tidak bisa dilanjutkam hari ini sebab kondisi cuaca hingga waktu ‘take off’ tidak bagus.

Karena itu, peserta prakejuaraan dunia paralayang kembali ke penginapan masing-masing untuk beristirahat. Pertandingan akan di lanjutkan pada Sabtu (20/8) sekaligus hari terakhir untuk menentukan peringkat atas prakejuaraan dunia seri ke-3 yang berlangsung di Pegunungan Matantimali dari 13-20 Agustus 2016.

Yoshiaki Hirokawa, atlet dari Jepang mengatakan mereka mengikuti keputusan pimpinan pertandingan. “Mereka yang mengatur jadwal dan layak tidaknya untuk atlet terbang karena sangat tergantung faktor cuaca,” kata Yoshiski.

Ketua panitia pelaksana Asgaf membenarkan pertandingan batal dilaksanakan karena cuaca pada hari ini buruk.

Prakejuaraan dunia paralayang di Sigi, Sulteng, diikuti sebanyak 115 atlet dari sejumlah negara dan atlet nasional mempertandingkan nomor cross country.

(Wisnu)