Jakarta, Aktual.com – Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas–FKUI Dr. dr. Retno Asti Werdhani, M.Epid meminta pemerintah agar menyediakan akses terhadap makanan, lingkungan dan budaya hidup sehat kepada masyarakat untuk mencegah penularan berbagai penyakit.

“Dukungan dari pemerintah agar bisa kita mengakses makanan sehat, lingkungan sehat dan budaya hidup sehat,” kata dr. Asti dalam acara talkshow bertajuk “Masa Depan Ketahanan Kesehatan: Tantangan Penyakit Pasca Pandemi COVID-19” yang diikuti di Jakarta, Jumat (27/5).

Selain itu, Asti juga meminta semua pihak untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui berbagai kegiatan edukasi.

Masyarakat perlu menyadari bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mereka seperti kebiasaan hidup sehari-hari, riwayat penyakit, lingkungan dan pola makan.

“Masing-masing individu harus sadar bahwa kondisi kesehatan itu dipengaruhi banyak hal, tidak hanya faktor bahwa ada bakteri, virus dan patogen, tapi juga riwayat kebiasaan hidup, perilaku, riwayat penyakit sebelumnya, lingkungan tempat tinggal kita, pekerjaan. Apakah ada kondisi komorbid yang bisa membuat daya tahan tubuh kita rendah, bagaimana pola makan kita,” ujarnya.

Menurut dia, ada dua jenis faktor risiko, yaitu faktor risiko yang bisa diubah dan faktor risiko yang tidak bisa diubah seperti faktor usia dan genetik.

Asti menambahkan jika masyarakat memiliki faktor risiko yang tidak bisa diubah maka perlu untuk lebih menjaga pola hidup sehat.

Sementara untuk faktor risiko yang bisa diubah, maka perlu untuk mengubahnya agar hidup menjadi lebih sehat.

Tim Pemberdayaan Masyarakat Bidang Dukungan Darurat Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 ini menambahkan faktor lain yang dapat mempengaruhi kesehatan adalah sistem kesehatan, kondisi sosial dan kepercayaan-kepercayaan tertentu.*

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)