Pekalongan, aktual.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak warga menggunakan ilmu kearifan lokal untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di lingkungannya masing-masing.

“Saya minta (warga) paling gampang menggunakan kearifan lokal. Ilmu titen (paham kondisi) ini bagus, jadi saat satu jam hujannya deras maka (warga) harus bersiap-siap,” katanya usai meresmikan jembatan Kalikeruh, Kecamatan Kangserang, Kabupaten Pekalongan, Selasa (7/1).

Karena itu, kata dia, hal yang perlu disiapkan sekarang (saat ada bencana) adalah petunjuk kemana proses evakuasi, jalannya lewat mana, dan apa yang perlu dibawa oleh para korban bencana.

“Masyarakat perlu diajari hal itu, barang-barang yang berharga dibawa dalam plastik agar larinya biar cepat. (Korban bencana) tidak perlu membawa kasur atau lemari, itu ditinggal saja,” katanya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berkunjung ke Kabupaten Pekalongan dalam rangka meresmikan tiga jembatan yang dibiaya oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jateng.

Ganjar mengatakan Pemprov Jateng perlu melakukan perbaikan jembatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan karena kondisi bangunan jembatan lama sudah agak tergerus sehingga cukup berbahaya untuk sarana transportasi masyarakat.

Kendati demikian, kata dia, jembatan ini tidak akan bermanfaat apabila masyarakat tidak ikut merawat, seperti tidak membuang sampah, membangun taman, dan memelihara konstruksi bangunannya.

“Oleh karena, saya titip betul semoga konstruksi bangunan ini dikerjakan oleh kontraktor dengan bagus. Kami berharap masyarakat jangan membuang sampah disana (ke sungai) agar tidak menimbulkan masalah,” katanya.

Ia menjelaskan sekarang ini, curah hujan yang berpotensi cukup lebat adalah akan terjadi di Punggungan Jateng yaitu wilayah tengah Kedu.

“Selain itu, wilayah Pekalongan, Batang, Tegal dan Brebes bagian selatan. Oleh karena, kita untuk selalu siaga (bencana),” katanya. (Eko Priyanto)

(Zaenal Arifin)