Jakarta, Aktual.com – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti sosok Shindy Lutfiana sebagai pembawa acara alias Master of Ceremony (MC) dalam ajang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Sebelumnya, Shindy sempat menjadi sorotan setelah pernyataannya, ‘hanya perasaan adik-adik saja’ kepada peserta lomba viral di media sosial.
Pernyataan itu dilontarkan Shindy usai ramai skandal protes peserta terhadap dewan juri LCC MPR yang dianggap berat sebelah dalam memberikan penilaian.
Bahkan, akun Instagram miliknya sempat dilaporkan hilang setelah namanya ramai diperbincangkan warganet.
“Shindy Lutfianan MC yang remehkan siswa ‘hanya perasaan adik-adik saja’, IG-nya hilang,” tulis postingan Instagram @jogjastudent, pada Rabu, 13 Mei 2026.
Buntut dari kasus itu, Shindy kini akhirnya muncul ke publik dan menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang memicu kecaman warganet.
Shindy mengaku khilaf dan menyadari ucapannya tidak pantas disampaikan dalam kapasitasnya sebagai pembawa acara.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, ‘hanya perasaan adik-adik saja’,” ungkap Shindy dikutip dalam postingan Instagramnya, pada Rabu, 13 Mei 2026.
“Yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” tambahnya.
Lantas, bagaimana hal yang disorot Shindy atas polemik yang terjadi hingga memicu kecaman publik yang mengarah padanya di jagat media sosial? Begini katanya.
Sorot Kekecewaan Peserta SMAN 1 Pontianak
Dalam penuturannya, Shindy memahami ucapannya telah menimbulkan kekecewaan dan ketidaknyamanan terhadap para peserta lomba dan guru pendamping dari SMAN 1 Pontianak.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak,” terangnya.
“Khususnya adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping dari SMA Negeri 1 Pontianak,” imbuh Shindy.
Di sisi lain, Shindy meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat yang mengikuti jalannya perlombaan tersebut.
MC LCC MPR itu menyebut, peristiwa ini menjadi pembelajaran berharga agar lebih berhati-hati dan bijaksana dalam memilih diksi saat berbicara di ruang publik.
“Atas kejadian tersebut, dari lubuk hati saya yang paling dalam saya memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa kecewa, tersakiti, maupun terdampak oleh ucapan-ucapan saya,” tegasnya.
Evaluasi Diri Agar Lebih Bijak
Shindy juga mengaku tengah berupaya mengevaluasi dirinya usai viral polemik atas pernyataannya terhadap para peserta LCC MPR di Kalimantan Barat tersebut.
“Peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati, bijaksana, serta lebih cermat dalam memilih dan menggunakan diksi ketika menjalankan tugas di ruang publik,” terangnya.
Shindy juga berjanji akan menjadikan kejadian tersebut sebagai evaluasi untuk bersikap lebih baik di masa mendatang.
“Besar harapan saya permohonan maaf saya ini dapat diterima dan saya berkomitmen untuk menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi terhadap diri saya,” jelas Shindy.
“(Hal itu) agar dapat bersikap lebih baik dan bijak ke depannya,” tandasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi













