Semarang, Aktual.co — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) segera membersihkan pungli oleh oknum anggotanya yang bertugas di bagian cek fisik kendaraan bermotor. Itu menyusul perbaikan reformasi dan birokrasi pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Di Bawah Satu Atap (Samsat) yang menurutnya semakin baik.
“Saya masih mendapatkan laporan pembayar pajak yang melakukan cek fisik itu masih dikenai biaya. Karena itu kewenangannya teman-teman polisi maka itu saya minta dibersihkan,” kata Ganjat, usai acara Penganugerahan Kinerja Pelayanan Samsat Terbaik se-Jateng di Wisma Perdamaian, Semarang, Senin (13/4) petang.
Ia mengatakan jika cek fisik kendaraan bermotor memang harus dikenai biaya, maka sebaiknya dibuat aturan secara legal. Pembiayaan itu sebaiknya dibebankan kepada pemerintah sehingga tidak membebani rakyat.
“Cek fisik dilegalkan saja, berapa lima ribu, sepuluh ribu, mau dibebankan kepada siapa, kita bayar atau rakyat? kalau dibebankan kepada rakyat ya kasihan, saya tidak setuju,” jelasnya.
Hal yang sama ia ingin terapkan pada calo di Samsat. Sebab harus diakui tidak semua orang memiliki waktu luang untuk membayar pajak kendaraan sendiri. Sebagian masyarakat lebih suka menggunakan jasa dengan biaya tertentu.
“Soal regulasi saya minta DPKAD mengkaji. Daripada calo ra cetho mbok uwis pakai biro jasa. Mbayare cetho, fair, biayanya pasti dan tidak spekulatif,” tegasnya.
Artikel ini ditulis oleh:















