Jakarta, Aktual.co — Kepolisian kota New Delhi, India, menahan puluhan pendemo yang berunjuk rasa dengan melakukan ‘long march’ dari Gereja Katolik Sacred Heart yang terletak di jantung Ibu Kota menuju kediaman Menteri Dalam Negeri (Mendagri) India, Rajnath Singh pada Kamis (5/2) kemarin.

Polisi setempat merasa unjuk rasa untuk mengecam beberapa serangan terhadap Gereja-gereja di beberapa kota besar di India itu, tidak memiliki perizinan.

“Mereka tidak mempunyai izin untuk berunjuk rasa di jalanan. Mereka juga tidak diizinkan untuk melakukan demo di rumah Mendagri,” tegas Perwira Kepolisian New Delhi, MK Meena, dilansir dari BBC, Jumat (6/2).

Menurut salah satu demonstran, Pastor Jolly serangan tersebut membuat umat Kristiani di India merasa tidak aman. Mereka menanggap pemerintahan BJP Nasionalis Hindu India tidak bisa menjamin keselamatan umat Kristiani.

Dalam aksi tersebut, para demonstran membawa spanduk bertuliskan “Cukup adalah Cukup, Minoritas adalah Mayoritas, Kami Sekuler, Stop Kekerasan Terhadap Kristen, Apa yang Dilakukan Polisi?,”.

“Perdana Menteri masih diam dalam masalah ini. Dia harus bisa memberikan kami kepercayaan diri,” harap Jolly.

Setidaknya, sejak Desember silam sudah lima Gereja yang disereang oleh sekelompok orang tidak dikenal. Penyerangan terakhir terhadap tempat ibadah umat Kristiani terjadi pada Senin (2/2) lalu.

Untuk diketahui, pada bulan Desember lalu, sebuah Gereja Katolik dibakar. Sementara itu, kejadian terakhir terdapat sekelompok massa yang masuk ke dalam Gereja di utara New Delhi dan merusak benda-benda yang dianggap suci oleh mereka.

Artikel ini ditulis oleh: