Serang, aktual.com – Gubernur Banten Wahidin Halim didampingi Wakil Gubernur Andika Hazrumy dan Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Negara Banten Haryana menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2020, Rabu (20/11),

Selain itu, diserahkan pula Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) serta Penghargaan Satuan Kerja Berkinerja Keuangan Terbaik di Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten di Serang, Rabu.

Dana Alokasi TKDD diberikan kepada Pemprov Banten serta delapan kabupaten dan kota di provinsi itu.

DIPA Tahun Anggaran 2020 secara simbolis diserahkan kepada Polda Banten, Pengadilan Tinggi Banten, Kejaksaan Tinggi Banten, Kodiklat TNI, Group I Kopassus, BPK Perwakilan Provinsi Banten, Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Untirta, serta Dinas Pertanian Provinsi Banten.

Penghargaan satker berkinerja keuangan terbaik terdiri atas dua kategori. Kategori pertama pagu di atas Rp10 miliar diserahkan kepada Polres Cilegon, KPP Bea Cukai Merak, dan LP Pria Tangerang. Kategori kedua pagu di bawah Rp10 miliar diserahkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Serang, Pengadilan Negeri Serang, serta Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tangerang.

DIPA Tahun Anggaran 2020 di Provinsi Banten diserahkan kepada 43 kementerian dan lembaga yang nilai seluruhnya mencapai Rp11,96 triliun serta alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2020 sebesar Rp16,83 triliun yang terdiri atas Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Insentif Daerah, dan Dana Desa.

“Mari kita bekerja sama. Kompak dan solid untuk mewujudkan Banten yang sejahtera dan aman.” kata Gubernur Banten Wahidin Halim.

Ia juga menyampaikan catatan Pemprov Banten tentang adanya paradoksal tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan di daerah itu.

Tingginya angka pengangguran meski setiap tahun turun,  namun tidak signifikan. Di sisi lain kemiskinan di Provinsi Banten turun atau rendah.

“Setelah kita telusuri, ternyata 62 persen adalah pendatang. Berarti Banten ini masih punya daya tarik tersendiri bagi pencari kerja,” kata dia.

Menurut dia, penurunan angka pengangguran tidak terlepas dari keputusan ekonomi makro. Kondisi terkini, beberapa pabrik pindah ke Jawa Tengah dengan alasan upah rendah. Bahkan, beberapa pabrik ada yang pindah ke negara tetangga.

Namun demikian, Banten masih menjadi primadona investor dengan nilai investasi Rp36 triliun atau tertinggi di Indonesia.

Gubernur Wahidin Halim juga menyampaikan bahwa posisi gubernur di pemerintah daerah yang mendapatkan penugasan dari presiden sebagai wakil pemerintah pusat dalam hal pengawasan, pembinaan, supervisi, hingga persoalan perjalanan dinas, termasuk pula pesan sinkronisasi dan integrasi perda.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Banten Andra Soni, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten Haryana, Sekretaris Daerah Banten Al Muktabar, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi, Forkopimda Banten, serta para kepala OPD Pemprov Banten. [Eko Priyanto]

(Zaenal Arifin)