Lumajang, Aktual.co — Kesepakatan melanjutkan kurikulum 2013 (K-13) oleh perwakilan 38 Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten/Kota di Jawa Timur, semakin menguat di daerah. 
Seperti di Lumajang, semua pihak sepakat  memilih melanjutkan K-13. Salah satu sekolah yang getol melanjutkan K-13 adalah SMAN 2 Lumajang. Sekolah yang dulu pernah berlabel Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) ini dengan tegas memilih melanjutkan K-13. 
“Tidak ada tawar menawar, SMAN 2 pilih melanjutkan,” ungkap Suroso Kepala Sekolah (Kasek) Setempat, Selasa (23/12).
Dia mengaku di sekolahnya sudah sejak awal menerpakan kurikulum tersebut. Guru dan murid sudah terbiasa dengan pola belajar K-13. Begitu juga dengan perangkat lain seperti buku, metode dan aktifitas pembelajaran lain di sekolah. Selama ini menggunakan K-13.
Jika kurikulum yang menggunakan pendekatan saintifik ini diganti sekolah akan mengalami banyak persoalan. Sederhananya, semua yang telah dirancang dan sampai sekarang disiapkan, akan berantakan, termasuk rapor. 
Di Lumajang juga ada sekolah yang dimonitoring oleh Direktorat Pendidikan, yakni SMAN 3 Lumajang. Hasil monitoringnya cukup bagus. Widyowati Kasek SMAN 3 Lumajang menegaskan hasil monitoring itu memastikan sekolahnya layak melanjutkan K-13. Kesiapan melanjutkan K-13 ini menurut dia sekaligus memastikan sekolahnya untuk menerapkan K-13. 
“jika diganti akan semakin menyulitkan,” ungkapnya. 
Selain praktisi pendidikan, Dewan Pendidikan Lumajang (DPL) juga memilih sikap yang sama. Hanya saja, lembaga tersebut memahami kesenjangan yang terjadi pada sekolah-sekolah di Lumajang. 
“Sulit dipaksakan di sekolah, tapi akan semakin rusak jika diganti atau kembali ke KTSP 2006,” ungkap ketua Dewan Pendidikan Lumajang M Hariadi Eko Romadhon.
Dia mengaku, persoalan K-13 masih menggantung dan belum ada kejelasan soal pelatihan guru, buku, pola ajar sampai pengisian raport semester ganjil ini. 

Artikel ini ditulis oleh: