Jakarta, Aktual.com — Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menerangkan, jika penurunan harga solar bersubsidi yang sebesar Rp200 per liter, tidak akan banyak berpengaruh terhadap ongkos logistik dan biaya transportasi di Indonesia.

“Penurunan solar Rp200 per liter itu tidak berdampak apa-apa pada biaya transport atau pun biaya logistik,” demikian kata Ketua ALI, Zaldi Ilham Masita di Jakarta, Minggu (11/10).

Ia menegaskan, jika penurunan harga solar yang hanya setara tiga persen itu tidak akan mampu menekan ongkos logistik nasional. Pasalnya, kata dia, untuk menurunkan biaya logistik setidaknya butuh penurunan harga bahan bakar sebesar 10 persen.

“Turun 3 persen itu terlalu kecil. Kalau mau turun (ongkos logistik) minimal 10 persen turunnya,” keluhnya menambahkan.

Ia memaparkan, komponen bahan bakar dalam biaya transportasi dan logistik mencapai 10 persen hingga 40 persen.

“Bahan bakar itu kontribusinya sebesar 40 persen untuk biaya transportasi. Sedangkan untuk biaya logistik 10 persen. Jadi minimal kalau ingin menurunkan biaya yang lain yah 10 persen atau mending tidak sama sekali tidak usah diturunkan,” tegasnya menutup pembicaraan.

()