Jakarta, Aktual.com – Mantan Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro mengatakan mestinya pemerintah mampu menurunkan harga gas dalam negeri untuk membuat produksi industri pengguna gas menjadi ekonomis dan berdaya saing.

Dia menuturkan komponen yang mempengaruhi harga gas diantaranya biaya wellhead, transportasi, processing dan ritel. Untuk wellhead, dia merasa goverment tax di Indonesia terlalu tinggi.

“Di wellhead ada split pemerintah dan produsen. Kalau kita lihat di beberapa negara penghasil gas, itu memang goverment tax kita lebih tinggi, ini memang menggenjot APBN kita. Dan waktu itu masi menarik bagi industri migas, tapi sekarang harga minyak turun, begitupun gas, namun harga gas dalam negeri hingga kini masi mahal,” kata dia kepada Aktual.com di Kampus Tri Sakti Jakarta, Sabtu (28/10).

Lalu untuk tatakelola trasportasi distribusi, menurut Purnomo; hal itu belum terwujud integrasi market yang bernilai efisien.

“Harus ada pengaturan ketat pada natural monopoli. Di sini natural monopolinya PGN. Jadi harus dilihat betul peranan dari PGN itu seberapa besar dan seberapa besar dia mempengaruhi harga,” imbuh dia.

Karena itu dia menyarankan agar pemerintah menelaah komponen yang mempengaruhi harga supaya harga gas end user berada dalam keekonomian.

“Dua hal tadi (Wellhead dan proses distribusi) harus kita lihat secara menditel, apa yang harus kita lalukan! Mestinya ada perbaikan terhadap harga gas, itu diperlukan bagi industri dalam negeri,” pungkasnya.

(Dadangsah Dapunta)