Jember, Aktual.com – Bupati Jember, Hendy Siswanto menyebut kurang lebih 70 persen warga Jember berprofesi sebagai petani. Pihaknya ingin berupaya menjaga produktifitas di wilayah pertanian dan berpesan agar jangan sampai luasan lahan produktif di Jember beralih fungsi menjadi wilayah perumahan atau wilayah lain yang dapat mematikan sektor pertanian Jember.

Hal itu disampaikan bupati, saat berdiskusi dengan perwakilan petani di Jember. Dalam peringatan Hari Tani Nasional ke 61 di Aula Lantai Dua Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (23/09)

“Jember 60-70 persen adalah petani, konsep kami pertama kali adalah petani Jember harus maju. Kita harus bangkit kembali soal pertanian yang ada. Karena seluruh petaninya benar-benar menguasai apa yang dilakukan,” ujar Bupati Jember Hendy Siswanto.

Dia memohon informasi dari masyarakat, kalau ada lahan yang alih fungsi tolong diinfokan kepada bupati.

“Jangan sampai lahan-lahan produktif berubah menjadi perumahan atau macam-macam! Tidak boleh itu. Ini mohon dibantu. Kita tidak pernah mengizinkan adanya hal tersebut,” ujarnya.

Pihaknya juga akan memetakan RT/RW dan memfungsikan kegunaan lahan untuk ditanami apa. “Jangan sampai over produksi. Begitu sekarang tanaman tembakau, tembakau semua. Padi bagus padi semua, cabai bagus cabai semua. Nanti begitu panen raya harganya akan anjlok,” ujarnya.

Sehari sebelumnya Pemkab Jember dan BPN Jember menyerahkan 500 sertifikat redistribusi tanah pasca konflik atau tanah sengketa yang telah selesai.

Ketua Serikat Tani Independen (Sekti) Jember Jumain mengatakan, Hari tani nasional adalah sekaligus merayakan hari lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria 5 Tahun 1960.

“Saat ini Jember sudah ada gugus tugas reforma agraria yang tandatangani oleh Bupati Hendy. Maka dari itu, kami mendorong agar segera di bentuk pelaksana harian dan ditopang dengan anggaran yang cukup,” tutupnya.

(Aminudin Aziz)

(A. Hilmi)