Jakarta, Aktual.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui pengunjuk rasa dari Koalisi Perjuangan Warga Jakarta (Kopaja) di hari terakhir berkantor di Balai Kota Jakarta.

Pengunjuk rasa menuntut sejumlah hal termasuk pencabutan peraturan gubernur (pergub) terkait penggusuran.

“Kami sudah menjalankan pencabutannya, yang belum adalah nomornya. Untuk nomor ada prosedur,” kata Anies di depan pengunjuk rasa di Balai Kota Jakarta, Jumat (14/10).

Menurut Anies, keputusan sudah dilakukan dan proses sudah dikerjakan. Anies pun menjelaskan perkembangan pergub terkait penggusuran.

Sedangkan permasalahan lainnya, kata dia, akan diselesaikan satu per satu. “Ini (soal pergub penggusuran) yang bisa saya sampaikan. Selebihnya banyak masalah yang nanti harus diselesaikan satu-satu,” katanya.

Anies kemudian mengajak pengunjuk rasa untuk duduk di depan pintu gerbang Balai Kota Jakarta. Anies berdiskusi dengan pengunjuk rasa, salah satunya terkait prosedur administrasi pemerintahan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu keluar dari Pendopo Balai Kota Jakarta, Jumat, sekitar pukul 15.50 WIB menemui pengunjuk rasa yang sudah menyampaikan aspirasinya sejak pukul 14.00 WIB.

Mengenakan kemeja batik berwarna krem, Anies keluar menemui pengunjuk rasa didampingi Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria.

Anies menemui para pengunjuk rasa di sela dirinya mengadakan acara perpisahan dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pendopo Balai Kota Jakarta.

Acara tersebut salah satunya menampilkan pertunjukan seni budaya. Kegiatan itu pun terpaksa dihentikan sementara dari jadwal seharusnya pukul 15.00 WIB.

Anies Baswedan dan Riza Patri mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI pada Minggu (16/10).

(Warto'i)