Jakarta, Aktual.com – Berdasarkan pada prediksi kuat perhitungan ilmu hisab kontemporer / modern sistem Nautical Almanac dengan menggunakan sumber data Matahari (Sun) dan Bulan (Moon) hari Jumat, 22 Mei 2020 M atau 29 Ramadhan 1441 Hijriyah.

Dinyatakan bahwa NU bersama pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Muhammadiyah serta ormas-ormas Islam lainnya akan mengawali bersama-sama awal bulan Syawal 1441 H pada hari Ahad, 24 Mei 2020 M, dengan keterangan di bawah ini:

REKAP HISAB AWAL BULAN SYAWAL 1441 H. / 2020 M. SISTEM HISAB KONTEMPORER “NAUTICAL ALMANAC”
(RU’YATUL HILAL: JUM’AT PON, 22 MEI 2020 M. / 29 RAMADHAN 1441 H.)

Al-Hasib: KH. M. Thobary Syadzily
(Pengasuh Pondok Pesatren Al-Husna, Peiuk Jaya, Kota Tangerang 15131, Provinsi Banten. Pimpinan Majelis Shalawat Syadzilyah Nusantara / MESSANTARA. Mustasyar PCINU Jerman ).

Pusat Observasi Bulan (POB) : Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat
Lintang Tempat (Ø ) : -7° 01′ 44,6” Lintang Selatan
Bujur Tempat ( λ ) : 106° 33′ 27,8” Bujur Timur
Tinggi Tempat/ Elevasi ( EL ) : 52,685 meter di atas Permukaan Laut

1. Ijtima’ ( اجتماع / Konjungsi / New Moon ) tgl 30 Ramadhan 1441 H terjadi pada hari Sabtu Wage, 23 Mei 2020 M. pada pukul 00 : 39 : 00 WIB (dini hari).

2. Matahari Terbenam ( غروب الشمس/ Sunset ) hari Jum’at Pon, 22 Mei 2020 pada pukul 17 : 43 : 00 WIB.

3. Hilal Terbenam ( غروب الهلال / Moonset ) hari Jum’at Pon, 22 Mei 2020 pada pukul 17 : 31 : 41 WIB.

4. Umur Hilal (عمر الهلال / Age of the Crescent Moon ) = -6 jam 56 menit.

5. Greenwich Hour Angle (GHA) Bulan pada tgl 22 Mei 2020 pukul 10:43 GMT = 334° 21′ 55,1″.

6. Deklanasi Bulan tgl 22 Mei 2020 pukul 10:43 GMT = 17° 13′ 37,3″.

7. Horizontal Parallax Bulan tgl 22 Mei 2020 pukul 10:43 GMT = 0° 55′ 0”.

8. Semi Diameter Bulan tgl 22 Mei 2020 pukul 10:43 GMT = 0° 15′ 0″.

9. Tinggi Hakiki / Geosentris Hilal (ارتفاع الهلال الحقيقي ) / True or Geocentric Altitude of the Crescent Moon) = -2° 57′ 9,75” = -2,95° ( di bawah ufuk / below horizon ).

10. Tinggi Lihat / Toposentris Hilal ( ارتفاع الهلال المرئي/ Apparent or Topocentric Altitude of the Crescent Moon ) = -2° 49′ 48,88” = -2,8° ( di bawah ufuk / below horizon ).

11. Lama Hilal di atas ufuk ( الهلال فوق الأفق مكث / Long of the Crescent ) = 00 menit 00 detik (kosong).

12. Azimuth Matahari ( سمت الشمس / Azimuth of the Sun ) = 290° 32′ 48,9″ atau 290,6°.

13. Azimuth Hilal ( سمث الهلال / Azimuth of the Crescent ) = 287° 0′ 14,35″ atau 287°.

14. Posisi Hilal (منزلة الهلال / Position of the Crescent Moon) = 3° 32′ 34,55″ atau 3,5° di sebelah Selatan Matahari Terbenam dalam keadaan miring ke Utara sebesar 51° 22′ 50,32” atau 51,44°.

15. Lebar Nurul Hilal (سمك الهلال / Crescent Widht) di bawah ufuq = 0° 8′ 31,49” = 0,142080936 jari.

16. Elongasi (زاوية الاستطالة / Elongation) = 3° 50′ 1,93″ atau 3,8°.

17. Berdasarkan Ilmu Astronomi: Ketinggian Hilal Toposentris / Mar’i tersebut di atas sebesar -2° 49′ 48,88” atau -2,8° ( di bawah ufuk / below horizon) mustahil hilal bisa diru’yat atau dilihat meskipun menggunakan teropong atau teleskop.

Dengan demikian: Awal bulan Syawal 1441 H jatuh pada hari Ahad Kliwon, 24 Mei 2020 M.

CATATAN

1. Keputusan selanjutnya menunggu hasil pengumuman Menteri Agama RI dalam acara Sidang Itsbat di Video Konferensi pada hari Jum’at malam Sabtu, 22 Mei 2020.

2. Data hisab ini sebagai pedoman penting untuk digunakan bagi para perukyat untuk melakukan ru’yatul hilal di lapangan.

Kota Tangerang, Selasa 19 Mei 2020.

Wassalam

KH. M. Thobary Syadzily

(As'ad Syamsul Abidin)