Jombang, Aktual.com – Muktamar tandingan hanya akan memecah-belah organisasi NU. Apabila sudah pecah, maka akan sulit untuk menyatukannya kembali.

Muktamirin bisa mengambil langkah lain apabila tidak puas terhadap keseluruhan proses Muktamar NU, tapi tidak dengan muktamar tandingan.

Itu poin yang disampaikan KH Hasyim Muzadi dalam pertemuan dengan Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8) petang.

“Kalau buat tandingan, maka semua akan membuat hantaman yang lebih berat kepada NU. Silakan kalau mau ambil keputusan. Silakan kalau mau Ahwa begini-begini. Satu saya minta jangan lakukan NU tandingan,” ujar dia.

Mantan Ketum PBNU itu menekankan, muktamar tandingan secara spiritual menyalahi kaidah pendiri NU, KH Hasyim Asyari. Beliau, Hasyim Asyari, tidak menginginkan NU pecah. Jalan terbaik yang bisa ditempuh adalah melakukan koreksi.

“Saya ingin anda menunjuk ke jalan yang benar kemana NU ini, dan sangat mungkin kalau kita koreksi. Semua hal hendaknya dipertimbangkan dengan baik, koreksi boleh apapun boleh tapi jangan buat NU tandingan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, anggota Wantimpres juga mengkritisi soal sistem Ahwa dalam pemilihan Rois Aam. Menurut dia, sebaiknya tidak ada pemilihan Rois Aam. Sebab sistem Ahwa hanya membenturkan ulama dengan ulama lainnya.

“Ini pasti berbentur, saya tidak mau berbentur, penyakitnya bukan pada ulama, tapi kelompok tersebut. Saya tidak mau dicalonkan sebagai Rais Aam karena akan menyebabkan perpecahan, meskipun saya tahu prosesnya penuh kepalsuan dan kedzaliman,” ucap Hasyim.

()