Jakarta, Aktual.com – Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia, mengatakan Jepang kecewa berat dengan proyek kereta cepat di Indonesia. Pasalnya, proyek tersebut ditangani oleh pihak China.

Pernyataan Bahlil ini, ketika dirinya berkunjung ke negeri Matahari Terbit itu beberapa waktu lalu.

“Ada kekecewaan yang berat dari pihak Jepang, termasuk pemerintahnya. Itu yang kita tangkap,” kata Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (21/2).

Sebagaimana diwartakan, Ketua Umum Hipmi telah melakukan lawatan hampir sepekan ke Jepang baru-baru ini, dan menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat setempat, diplomat, Kadin Jepang, para pengusaha muda Jepang serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Yusron Ihsa Mahendra.

Menurut Bahlil, akibat dampak kekecewaan berat terhadap proyek kereta cepat yang jatuh ke tangan China, Bahlil mengingatkan, Presiden Joko Widodo sebaiknya untuk merangkul kembali pihak Jepang dalam beragam pengerjaan proyek infrastruktur dan transportasi.

“Makanya kami usul agar Bapak Presiden memulihkan kepercayaan Jepang kepada kita dengan merangkul dalam berbagai proyek pembangunan lainnya,” kata Bahlil.

Ia mengatakan kekecewaan tersebut lantaran Jepang yakin sekali, bahwa Indonesia akan memilih Jepang menjadi mitra strategis dalam pembangunan transportasi kereta cepat Jakarta-Bandung.

Pasalnya, ujar dia, Jepang telah menjadi mitra strategis Indonesia dalam membantu pembangunan Indonesia sejak tahun 1970-an.

“Ini bukan soal hanya persaingan kedua negara, atau persaingan bisnis. Tapi Jepang sudah terbukti menjadi mitra strategis kita dalam membangun infrastruktur sejak lama. Bukan ujug-ujug datang bawa proposal. Dia (Jepang) yakin kita (Indonesia) teman sejatinya,” ujarnya.

()