Suasana penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/11). Pada perdagangan hari ini berakhir memerah setelah kemarin berhasil mencetak rekor tertinggi. Bursa saham Tanah Air ditutup turun ke level 6.049,38 atau melemah 11,07 poin setara dengan 0,18%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/2), dibuka melemah 2,05 poin terkena dampak negatif dari pergerakan bursa saham eksternal.

IHSG BEI dibuka melemah 2,05 poin atau 0,03 persen menjadi 6.687,23, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 0,51 poin (0,05 persen) menjadi 1.127,73.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, mengatakan bahwa bursa saham eksternal yang bergerak melemah berdampak negatif bagi pergerakan IHSG, sehingga pelaku pasar cenderung melakukan aksi lepas saham.

“Selain faktor eksternal, faktor ambil untung turut menahan laju IHSG, mengingat pada hari sebelumnya mayoritas saham-saham di dalam negeri telah menguat,” katanya di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan bahwa investor asing yang kembali berada dalam posisi jual pada awal sesi perdagangan, turut menahan pergerakan IHSG. Diharapkan, aksi lepas asing hanya bersifat sementara, sehingga tidak menekan IHSG lebih dalam.

Pada sisi lain, lanjut dia, pergerakan nilai tukar rupiah yang stabil terhadap dolar AS juga diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi pasar saham di dalam negeri.

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan bahwa setelah tercapai rekor baru IHSG pada hari sebelumnya (Senin, 19/2), IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi.

“Koreksi yang terjadi masih dapat dimanfaatkan bagi investor untuk tetap melakukan akumulasi beli secara selektif,” katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 283,67 poin (1,28 persen) ke 21.865,54, indeks Hang Seng melemah 341,89 poin (1,10 persen) ke 30.773,54, dan Straits Times melemah 20,05 poin (0,60 persen) ke posisi 3.467,83.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: