Jakarta, Aktual.com – Dua ilmuwan Universitas Oxpford di Inggris, Samantha Bradsaw dan Philip N Howard merilis hasil risetnya yang berisi politikus dan partai politik di Indonesia membayar pasukan siber atau dikenal buzzer.

Dalam riset yang tertuang dengan judul “The Global Disinformation Order, 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation” menyebutkan bahwa pengerahan buzzer dilakukan oleh pemerintah atau partai politik di sejumlah negara dengan tujuan untuk memanipulasi opini publik demi tujuan politik.

“Kami menemukan bukti adanya kampanye manipulasi melalui media sosial yang terorganisir di 70 negara, naik dari 48 negara pada 2018 dan 28 negara pada 2017,” kata peneliti dalam laporannya ditulis Sabtu (5/10).

Peneliti juga mengungkapkan bahwa masing-masing negara itu, setidaknya ada satu lembaga negara atau partai politik yang menggunakan buzzer.

Peneliti juga menemukan angka yang naik sebesar 150 persen jika dibandingkan dengan jumlah negara yang menggunakan buzzer.

(Abdul Hamid)