New Delhi, Aktual.com – India pada Kamis menyetujui membangun tempat masuk dan jalan baru perbatasan, yang menghubungkan negara bagian utara Punjab dengan perbatasan pesaing berat Pakistan, membuat jemaah Sikh lebih cepat dan mudah mengunjungi tempat suci mereka.

Pakistan, yang berpenduduk sebagian besar Muslim, juga memutuskan membuka jalur di sisi perbatasannya. Perdana Menteri Imran Khan akan meletakkan batu pertama pada bulan ini, kata Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi di Twitter, dikutip Reuters, Jumat (23/11).

Banyak orang Sikh melihat Pakistan sebagai tempat asal agama mereka. Pendiri Sikhisme, Guru Nanak, lahir pada 1469 di desa kecil dekat kota Lahore, Pakistan timur.

“Pemerintah Pakistan akan didesak untuk mengakui perasaan masyarakat Sikh dan mengembangkan jalur dengan sarana sesuai di wilayah mereka,” kata pernyataan pemerintah India.

Pakistan menyambut keputusan India tersebut.

“Dukungan Kabinet India atas usul Pakistan tentang #KartarPurBorderOpening adalah kemenangan lobi perdamaian di kedua negara itu,” kata Menteri Penerangan dan Penyiaran Pakistan Fawad Hussain di Twitter, “Itu langkah ke arah tepat dan kami berharap langkah seperti itu akan mendorong suara akal sehat dan ketenangan di kedua sisi perbatasan.” Ribuan warga Sikh mengunjungi kuil di Pakistan itu setiap tahun. Tapi, jalan baru tersebut memicu ketakutan di antara beberapa pakar keamanan bahwa itu bisa digunakan oleh Pakistan dan pemberontak Sikh yang bermarkas di luar negeri untuk melawan India.

Jalur itu menunjukkan pencairan hubungan di antara kedua musuh bersenjata nuklir tersebut. Pada September, India membatalkan pertemuan menteri luar negeri mereka untuk mengecam pembunuhan petugas keamanan India di Kashmir.

Pembicaraan mengenai Kashmir terhenti bertahun-tahun. Wilayah itu didaku kedua negara dan dikuasai sebagian oleh masing-masing. Pakistan dan India dua kali bertempur atas wilayah tersebut dalam tiga perang mereka sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1947.

 

Ant.

()