Jakarta, aktual.com – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia sedang mewaspadai sejumlah hal terkait lonjakan kasus COVID-19 seperti yang terjadi di India.

“Ada tiga hal yang memicu lonjakan kasus di India. Pertama, vaksinasinya masih rendah dan lupa pada protokol kesehatan,” ujarnya di Jakarta, melansir Antara pada Selasa (20/4//2021).

Menurutnya, sikap mengabaikan protokol kesehatan terlihat dari aktivitas puluhan ribu masyarakat setempat yang hadir dan berkerumun dalam acara keagamaan di Sungai Gangga.

“Itu sudah parah,” kata Budi.

Namun, karakteristik upacara keagamaan yang cukup banyak di India, kata Budi, memiliki kemiripan dengan situasi masyarakat di Provinsi Bali. Selain itu, lanjut Budi, India dan Indonesia mencatatkan jumlah kepesertaan vaksinasi COVID-19 yang masih sedikit.

“Vaksinasi di Indonesia dan India sama-sama masih rendah. Kita tidak mungkin kejar 50 persen dengan cepat, sekarang kita baru enam persenan dari total populasi,” ujarnya.

Hal ketiga yang dianggap memicu lonjakan kasus COVID-19 di India adalah keberadaan varian virus baru B117 asal Inggris.

“B117 di India sudah banyak, kita masih sedikit. Jadi, selama kita masih bisa jaga prokesnya, terutama di hari keagamaan kita tidak kumpul-kumpul, mudah-mudahan tidak seperti di India,” katanya.

Menjelang Idul Fitri 1442 Hijriyah/2021 Masehi, Budi mengingatkan masyarakat untuk membatasi pergerakan ke luar rumah serta menghindari kerumunan yang berpotensi memicu penularan penyakit.

“Yang bisa kita kontrol adalah mobilitasnya agar dijaga,” kata Menteri Kesehatan.

Berdasarkan data dari otoritas kesehatan dilaporkan 261.500 kasus baru harian dan 1.501 kematian terjadi di India hingga Minggu (18/4/2021). Jumlah ini menambah kasus terkonfirmasi COVID-19 di India totalnya mencapai 14.788.109 kasus.

(Muhammad Yasin)