Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani berbincang dengan salah peserta mudik gotong royong PDI Perjuangan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (21/6/2017). Sebanyak enam gerbong atau 480 orang pemudik gotong royong PDI Perjuangan diberangkatkan dengan Kereta Api Gayabaru Malang secara cuma-cuma. Hampir seluruh pemudik gratis itu, pulang ke kampung halamannya menuju Solo, Jawa Tengah dan Yogyakarta. AKTUAL/Munzir

 

Jakarta, Aktual.com–PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengimbau kepada  masyarakat diimbau untuk mewaspadai beredarnya tiket kereta api palsu masa arus balik mudik lebaran, oleh karenanya masyarakat diingatkan untuk selalu membeli tiket melalui jalur resmi.

“Kita ingin mengingatkan warga, jangan coba-coba beli tiket di jalur tidak resmi. Tiket palsu jelas dipastikan tidak bisa masuk sejak boarding,” jelas Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro  di Jakarta, Minggu (25/6).

Menurut Edi kasus tiket palsu baru ditemukan pada arus balik mudik Lebaran tahun ini. Ditahun sebelumnya selama kurun 12 tahun  petugas KAI belum pernah ditemukan peredaran tiket palsu dengan berbagai rute.

“Tiket palsu itu memiliki cetakan yang berbeda. Begitu boarding pasti langsung ketahuan, karena barcode-nya pasti enggak akan lolos dari pindaian scanner. Jadi, sekali lagi saya imbau masyaarakat jangan coba-coba beli tiket kereta sembarangan,” imbuh Edi.

Pemudik Lebaran tahun ini kata dia tak perlu khawatir kehabisan tiket kereta pada periode arus balik. Lantaran KAI sendiri sudah mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menyediakan jadwal dan gerbong tambahan.

“Sudah kami antisipasi dan untungnya arus mudik lonjakannya terpecah dan tidak berbarengen pada hari tertentu saja. Untuk arus balik masih kami waspadai, jadwal kami tambah terutama puncaknya yang kami prediksi pada H+4,” terang dia.

(Bawaan Situs)