Jakarta, aktual.com – Paska dilantiknya Jenderal Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) bursa calon Pangkostrad pun mulai ramai. Beberapa nama jenderal disebut punya kans kuat untuk menjadi pengganti Jenderal Dudung Abdurachman di Kostrad.

Nama jenderal yang mencuat antara lain, Dua jenderal baret merah yang kini jadi Pangdam Udayana. Kemudian, Mayjen Agus Subiyanto, eks Danpaspampres yang sekarang memegang posisi Pangdam Siliwangi. Dan, Mayjen I Nyoman Cantiasa, mantan Danjen Kopassus yang sekarang bertugas di Papua Barat sebagai Pangdam Kasuari.

Berikut adalah profil Mayjen Agus Subiyanto, mantan komandan pengawal Presiden Jokowi yang sekarang memimpin salah satu Kodam legendaris di negeri ini yakni Kodam Siliwangi.

Mayjen Agus sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres). Jabatan Danpaspampres itu sendiri kini dipegang yuniornya yang juga sama-sama dari Kopassus yakni Mayjen Tri Budi Utomo yang sebelumnya menjabat sebagai Wadanjen Kopassus.

Mayjen Agus Subiyanto lahir dj Bajang, Talun, Blitar, Jawa Timur. Ia lahir pada 5 Agustus 1967. Mayjen Agus merupakan perwira baret merah. Ia tercatat sebagai Abituren Akademi Militer (Akmil) tahun 1991 dari kecabangan infanteri. Di Kopassus, Mayjen Agus pernah menjadi Komandan Batalyon 22 Grup 2 Kopassus dan Kepala Penerangan Kopassus. Jabatan lainnya yang pernah dipegang adalah Komandan Kodim 0735/Surakarta.

Agus jadi pernah memegang jabatan Komandan Kodim 0735/Surakarta pada tahun 2009. Selanjutnya, usai menjabat sebagai Dandim 0735/Surakarta, jenderal baret merah kelahiran Blitar ini dapat penugasan baru, ditarik ke Kostrad. Di satuan pasukan pemukul terbesar TNI AD ini, Agus di beri mandat untuk memegang posisi Wakil Asisten Operasi Divisi 2/Kostrad.

Tahun 2014, Agus tercatat menjadi Asisten Operasi Kasdam I/Bukit Barisan. Selanjutnya menjadi Dosen Madya Seskoad. Pada tahun 2017, Agus dipercaya menjadi Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) II/Sriwijaya.

Lalu jadi Komandan Korem 132/Tadulako pada tahun 2017. Tahun 2018, Agus menjadi Pamen Denma Mabes TNI. Setelah itu ditugaskan menjadi Wadanpussenif Kodiklatad pada tahun 2019. Pada tahun 2020, Agus dipercaya untuk memangku jabatan Komandan Korem 061/Suryakancana. Di tahun yang sama, Agus ditarik ke Istana untuk memegang posisi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres). Bintangnya pun bertambah dari satu jadi dua alias jadi jenderal bintang dua (Mayjen).

Selain itu Agus juga dinilai lebih berpengalaman Di Kostrad dibuktikan dengan pengabdian pengabdian WAASOP Divisi 2 Kostrad

Dikutip dari buku karyanya yang berjudul Believe, Based on True Story About Faith, Dream, and Courage, beliau mengatakan

“Kehidupan manusia yang bangkit dari keterpurukan menuju kesuksesan. Percaya akan doa yang selalu diminta terjadi terwujud,” ucapnya.

Sementara itu, menurut pengamat militer dan pertahan, Septiawan menanggapi munculnya nama Agus di bursa Pangkostrad. Menurut dia, Pangkostrad tak terkait dengan politik, tapi siapa pun yang terpilih pastilah perwira terbaik.

“Ya posisi Pangkostrad ini kan bukan posisi jabatan politik ya. Ini posisi karier militer. Siapa pun itu harus tunduk dan patuh kepada pimpinan dan sebagai prajurit harus menjunjung tinggi sumpah Sapta Marga. Jadi siapa pun terpilih, yang ditugaskan, pasti perwira terbaik,” katanya saat dihubungi, Rabu (16/1).

(Rizky Zulkarnain)