Jakarta, Aktual.co — Siapa yang tidak menyukai minum soda? Sebagian orang mengonsumsi soda mungkin dalam jumlah yang relatif banyak. Tapi, tahukah Anda dampak buruk dari minuman soda tersebut? Berikut efek sampingnya.

1. Nol Nilai Gizi
Sebagai catatan, soda tidak mengandung nutrisi. Memiliki nol protein, vitamin atau mineral. Selain itu, soda tidak mengandung ‘penyaringan’ dan gula halus selain kafein, asam, pewarna serta pengawet.

Asupan soda yang berlebihan dapat menyebabkan penyakit gaya hidup modern seperti diabetes, peradangan kronis dan komplikasi jantung koroner.

2. Penyebab Obesitas
Konsumsi soda dalam waktu yang lama menyebabkan obesitas. Lantaran, soda memiliki tingkat tinggi gula dan kalori sehingga dapat membuat berat badan Anda naik.

Minum soda bisa menyebabkan ‘Soda Belly’. Karena mampu, membangun lemak di hati dan perut Anda, yang keduanya dapat berkontribusi terhadap resistensi insulin dan diabetes.

Minuman ringan juga mengandung kafein, yang membuat orang kecanduan soda. Pecandu soda akan terus mengonsumsi minuman tersebut tanpa menyadari bahwa 330 ml per hari soda sama dengan lebih beberapa kilogram berat badan setiap bulannya.

Ada bukti kuat yang menunjukkan mengurangi konsumsi soda membantu orang mengurangi indeks massa tubuh mereka.

3. Diabetes
Soda menyebabkan kenaikan berat badan, dan karenanya membuat Anda rentan untuk terserang diabetes tipe 2, yang timbul karena ‘inefficacy insulin’ dalam mengurai gula.

Rasa manis dari soda yang mengandung sirup jagung, yang tinggi fruktosa. Fruktosa sirup jagung mampu memproduksi insulin dalam pankreas lebih dari makanan lain. Setelah Anda minum soda, sejumlah besar gula memasuki aliran darah Anda sangat banyak dan cepat. Ini meningkatkan pankreas untuk mengeluarkan sejumlah besar insulin bagi tubuh untuk memproses gula.

Soda juga penuh dengan racun seperti aspartam, pemanis buatan yang sekitar 200 kali lebih manis dari gula biasa. Aspartam terdiri dari tiga bahan kimia – asam aspartat, fenilalanin, dan metanol. Metanol dalam soda terurai menjadi karsinogen seperti formalin dan asam format. Aspartame juga menyebabkan sakit kepala dan migrain.

4. Meningkatkan Risiko Osteoporosis
Studi membuktikan, bahwa konsumsi sering minuman soda dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Konsumsi soda yang tinggi, berbahaya bagi pertumbuhan tulang yang tidak memiliki kalsium yang cukup.

Soda memiliki tingkat pH sekitar 2,5, hampir sama dengan cuka. Kandungan gula dalam soda bisa menimbulkan keasaman. Keasaman minuman ringan menyebabkan dekalsifikasi dan melemahnya tulang. Alasan lain yang menghubungkan osteoporosis dan soda adalah fakta bahwa kebanyakan orang dengan kebiasaan minum susu soda yang mengandung sedikit kalsium.

5.  Erosi Gigi
Tingginya kadar asam sitrat dalam soda mampu menghilangkan enamel gigi manusia. Penelitian membuktikan bahwa minum soda melebihi kadar batas sebanyak tiga kali dalam sehari bisa merusak gigi. Erosi enamel membuat gigi lemah, sensitif dan rentan terhadap kerusakan, demikian dilansir dari laman Stylecraze, Senin (16/2).

Artikel ini ditulis oleh: