Suasana Haul Akbar "Qutbhul Aqthab Wa Kahfun Amnith Thullab" Al-Imam As-Syayyid Syekh Abu alHasan Ali Asy-Syadzili QS ke-783 di Zawiyah Arraudhah, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (22/7/2018) malam. Hadir dalam acara tersebut Maulana Syekh As-Sayyid Zakaria Ahmad Altaleb Al-Huseini, Maulana Syekh Dr. Abdul Muniem bin Abdul Aziz bin Shiddiq Al Ghumari Al Hasani, Maulana Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, Syekh Muhammad Fathurrahman Hafidzahullah, Syekh Rohimudin Nawawi Al-Bantani, KH. Ahmad Marwazie dan Khodimu Zawiyah Arraudhah yang juga Ketua Jatman DKI Jakarta KH Muhammad Danial Nafis serta undangan dari perwakilan Pangdam dan tokoh di wilayah Tebet. Haul Akbar "Qutbhul Aqthab Wa Kahfun Amnith Thullab"_ Al-Imam As-Syayyid Syekh Abu alHasan Ali Asy-Syadzili QS ke-783 di Zawiyah Arraudhah Jakarta ini adalah haul yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia. AKTUAL/Tino Oktaviano
Jakarta, Aktual.com – Jakarta Islamic Centre bekerjama dengan Ma`had Aly Zawiyah Jakarta menyelenggarakan kegiatan Stadium General Ekspos Hasil Riset Majelis Taklim Kitab Kuning Online di DKI Jakarta tahun 2018. 
Kegiatan tersebut diadakan di Ruang Audio Visual 2 PPPIJ/JIC, Jakarta, Minggu (17/3). Stadium general ini dilaksanakan dari jam 10.00 s.d 14.00 WIB yang dihadiri 43 peserta. 
”Dari hasil riset tersebut diketahui bahwa media yang digunakan penyelenggara majelis taklim kitab kuning online cukup beragam, yaitu menggunakan website, blog dan media sosial, sepeti YouTube,  Instagram dan Facebook,”  kata  Ustadz Rakhmad Zailani Kiki yang menjadi penyampai hasil riset.
Ia menambahkan, peminat terhadap majelis taklim kitab kuning online ini cukup banyak dan terus bertambah. Hal itu, karena ia memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan majelis taklim konvensional, yaitu waktu belajar yang bisa disesuaikan oleh peserta didik. 
“Materi pembelajaran sama dengan majelis taklim kitab konvensional, namun bisa disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik,” papar tokoh yang akrab dipanggil Kiki melalui rilis yang diterima, Senin (18/3). 
“Peserta didik tidak perlu menghabiskan waktu, biaya dan tenaga untuk hadir di tempat majelis taklim kitab secara fisik dan pembelajaran bisa diikuti oleh ribuan bahkan jutaan peserta didik di manapun beradai dalam satu waktu,” sambung dia. 
Tren pengajian kitab kuning online ini tidak dapat dicegah. Namun, menurut narasumber kedua, Habib Ali Yahya, para peserta didik yang belajar mengaji melalui majelis taklim kitab kuning online, ketika mengaji melalui gadgetnya, haruslah menjaga adab seperti layaknya mengaji di majelis taklim konvensional. 
Ia juga menghimbau agar penyelenggara majelis taklim kitab kuning online tetap mengadakan kegiatan tatap muka langsung (offline).
“Hal itu  bisa dilakukan di awal atau di akhir pengajian.  Alasannya,  terkait dengan masalah adab atau pemberian ijazah sanad keilmuan yang sepatutnya tetap diberikan dengan tatap muka secara langsung,” ujarnya.
Adapun narasumbernya adalah Ustadz Rakhmad Zailani Kiki (kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan PPPIJ/JIC); Habib Ali Yahya (penulis khazanah ulama dan habaib Betawi), dan Ustadzah Badrah Uyuni (Pimpinan Ma`had Aly Zawiyah Jakarta) dengan moderator Achmad Syalabi (wartawan Republika). 
Acara ini diselenggarakan sebagai wahana sosialisasi hasil riset PPPIJ/JIC pada tahun 2018 tentang keberadaan majelis taklim kitab kuning online yang sedang menjadi tren, khususnya di DKI Jakarta.
Pada penyampaian hasil riset tersebut diumumkan  majelis-majelis taklim kitab kuning online terbaik di DKI Jakarta tahun 2018 di medianya masing-masing, baik individu maupun lembaga, yaitu:
1. YouTube: Majelis taklim kitab kuning online dengan pengajar Dr KH Ahmad Lutfi Fathullah;  164 Channel yang diselenggarakan oleh LTN PB NU;  dan Rumah Fiqih  di bawah Pimpinan Ustaz Ahmad Sarwat, Lc.
2. Website: salingsapa.com/salingsapa.tv ;  dan tv.nu.or.id yang dikelola oleh LTN PB NU
3. Blog: https://yayasanalmuafah.wordpress.com
4. Facebook: Majelis Dzikir Samsi Syumus Indonesia; dan Majlis Al-Muwasholah
5. Instagram:  Zawiyah.Arraudhah  (Pondok Pesantren Tahfizh Qur’an  Ar-Raudhah wa zawiyah ar-raudhah ihsan foundation) Pimpinan:  Ustadz Muhammad Danial Nafies; dan Ma’had Aly Zawiyah yang dipelopori oleh Almarhum Abuya KH Saifuddin Amsir.
(Fadlan Butho)