Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dampak negatif adanya subsidi bahan bakar minyak adalah maraknya penyalahgunaan serta penyelundupan sehingga tidak memberikan pembelajaran positif bagi masyarakat.
“Adanya subsidi BBM malah banyak disalahgunakan. Misalnya banyak nelayan yang membeli solar bersubsidi tapi malah dijual ke industri karena harga beli murah tapi bisa dijual lebih mahal,” kata Jusuf Kalla saat menutup Rapat Koordinasi Nasional Kabinet Kerja yang dihadiri sejumlah menteri, Kapolri Jenderal Polisi Sutarman, serta seluruh gubernur di Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Selasa (4/11).
Wapres menyesalkan sikap sejumlah nelayan yang bisa membeli solar bersubsidi tapi bukan untuk bahan bakar kapalnya namun justru dijual.
Jusuf Kalla mengatakan pemerintah berharap dengan adanya subsidi solar kepada nelayan bisa terjadi peningkatan produktivitas hasil penangkapan ikan.
“Tapi ini yang terjadi pembelian solar bersubsidi meningkat tapi produktivitas ikan malah turun. Karena nelayan banyak yang tak menangkap ikan mengingat solarnya justri dijual, katanya.
Dikatakan pemerintah sudah memberikan subsidi nelayan cukup besar kepada nelayan, yaitu tiga kali lipat dibanding sektor lainnya, dengan harapan nelayan bisa meningkatkan produktivitas.
Mengingat masyarakat menghabiskan subsidi BBM sebanyak Rp1 triliun per hari maka dari pada menghabiskan uang sebesar itu tanpa hasil, maka lebih baik dialihkan ke sektor produksi.
“Kondisi seperti itu tentunya harus dijaga pelaksanaannya di daerah serta memperbaiki struktur yang baik di pusat dan daerah,” katanya.

()

()