Jakarta, Aktual.com – Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, mempertanyakan klaim Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang menyebut industri nasional tetap tangguh di tengah tekanan global.
Keraguan tersebut muncul karena kondisi di lapangan dinilai belum mencerminkan pemulihan yang kuat, terutama dari sisi lapangan kerja dan masih berlangsungnya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor.
Sebelumnya, Agus menyatakan industri dalam negeri tetap memiliki daya tahan meski menghadapi gangguan pasokan bahan baku akibat ketidakpastian geopolitik global. Namun, menurut Hendri, kekuatan sektor industri seharusnya tercermin dari indikator yang mudah dirasakan masyarakat.
“Kalau industri kita kuat, indikator paling sederhana itu lapangan kerja tersedia dan PHK tidak terjadi. Tapi faktanya PHK masih berjalan dan lapangan kerja masih sulit,” ujar Hendri kepada wartawan, Kamis (16/4/2026).
Pendiri KedaiKOPI itu menilai narasi ketahanan industri tidak cukup disampaikan sebagai optimisme pemerintah semata, melainkan harus didukung kondisi faktual yang dirasakan pekerja dan pelaku usaha.
Ia menyebut situasi industri saat ini menunjukkan belum adanya pergerakan signifikan sebagaimana diklaim. PHK yang masih terjadi di berbagai sektor menjadi salah satu indikator bahwa pemulihan belum merata.
Selain itu, Hendri juga menyoroti belum terlihatnya dampak pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat menengah ke bawah. Kondisi ini dinilai menunjukkan adanya kesenjangan antara narasi kebijakan dan realitas di lapangan.
“Pada kenyataannya, industri kita masih jalan di tempat. Tidak ada tanda-tanda pertumbuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat menengah ke bawah,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya transparansi data untuk menguji klaim pemerintah terkait kondisi industri nasional. Menurutnya, pernyataan mengenai ketahanan sektor industri perlu disertai indikator yang jelas dan terukur agar tidak menimbulkan keraguan publik.
Hendri menilai, tanpa dukungan data dan perbaikan kondisi riil, klaim ketangguhan industri berpotensi dipersepsikan sebagai narasi yang tidak sepenuhnya mencerminkan situasi ekonomi masyarakat.
(Nur Aida Nasution)
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi
















