Ilustrasi

Jakarta, Aktual.com– Dunia yang diciptakan oleh Allah SWT sudah berumur lebih dari miliaran tahun. Sebelum diutusnya Manusia, Dunia diisi oleh bangsa Jin. Kemudian mereka melakukan kerusakan sehingga diperangi oleh Malaikat. Selanjutnya, Manusia diutus untuk menjadi pemimpin di Dunia ini. Akan tetapi, Dunia tidak serta merta menjadi tempat yang sangat menyenangkan.

Dunia yang kita injak sekarang menjadi tempat yang Allah berikan kepada Manusia sebagai tempat ujian. Hal ini sesuai dengan apa yang diutarakan oleh Syekh Ibnu ‘Athoillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikamnya:

لا تَسْتَغْرِبْ وُقوعَ الأَكْدارِ ما دُمْتَ في هذهِ الدّارِ. فإنَّها ما أَبْرَزَتْ إلّا ما هُوَ مُسْتَحِقُّ وَصْفِها وَواجِبُ نَعْتِها

“Jangan engkau merasa heran atas terjadinya kesulitan selama engkau berada di dunia ini. Sebab memang begitulah yang patut terjadi dan yang menjadi karakter asli dunia.”

Syekh Ashim Ibrahim al-Kayyali menjelaskan pasal dalam kitab al-Hikam bahwa hikmah yang disampaikan oleh Syekh ‘Athoillah mengingatkan setiap muslim agar tidak terkejut dalam menghadapi berbagai cobaan dan kesulitan selama berada di Dunia. Karena hal itulah sifat yang layak dan mesti dimiliki oleh Dunia. Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiya’: 35)

Al-Baghawi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kebaikan dan keburukan yaitu mencakup kesulitan dan kemudahan, kesehatan dan penyakit serta kekayaan dan kemiskinan.

Sedangkan ketika seseorang sudah berada di Surga atau Neraka. Jika Ia berada di Surga, maka Ia hanya mendapatkan kenikmatan tanpa pernah mendapatkan keburukan. Sebaliknya ketika Ia berada di Neraka, maka Ia hanya mendapatkan siksaan tanpa pernah merasakan kenikmatan.

Dalam sebuah riwayat ada seseorang yang mengatakan, “Negeri ini adalah negeri kesedihan bukan negeri kesenangan. Siapa saja yang mengenalinya, maka dia tidak akan senang dengan kemudahan dan tidak akan sedih karena kesulitan.”

Oleh karena itu, janganlah kita terkejut dengan turunnya berbagai kesulitan dunia. Karena begitulah karakter dunia sejatinya. Rasulullah SAW bersabda:

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim)

Jadikanlah kesabaran dan keridhaan sebagai kendaraan kita di Dunia ini. Sebab, Allah SWT akan memberikan pertolongan kepada setiap Muslim yang mampu bersabar atas ujian yang diberikan kepadanya.

Waallahu a’lam

(Rizky Zulkarnian)

(Arie Saputra)