Ilustrasi- Empat Mahzab yang kita ketahui

Jakarta, Aktual.com- Secara umum, kita telah ketahui bahwa mazhab-mazhab dalam ilmu fiqih menurut Ahlu Sunnah Wal Jama’ah terbatas hanya 4 mazhab saja. Akan tetapi, ternyata mazhab bukan hanya terbatas hanya empat. Bahkan, mazhab telah menurut ulama telah tersebar sebanyak sebanyak 9 mazhab.

Mazhab-mazhab yang tersebar tersebut memiliki sanad yang jelas dengan mengikuti sahabat, tabi’in, dan para tabi’it tabi’in dan lain sebagainya. Kitab-kitab mereka pun sudah terkodifikasikan kitab-kitabnya. Berikut Mazhab-mazhab mereka:

  1. Mazhab Hanafi

Didirikan oleh Imam Abu Hanifah yang memiliki nama lengkap An-Nu’man bin Tsabit bin Zawatha’ at-Taimi al-Kufi. Lahir pada tahun 80 H di Kufah pada masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan dan wafat pada tahun 150 H dalam usia 70 tahun. Beliau meninggalkan seorang putra bernama Hammad.

Abu Hanifah adalah orang Persia asli (non-arab). Diberi nama Nu’man adalah sebagai harapan kelak menjadi orang besar, sebagaimana Nu’man salah satu raja Persia.

Mazhab Hanafi tersebar Asia Selatan (Pakistan, India, Bangladesh, Sri Lanka, dan Maladewa), Mesir bagian utara, Irak, Syiria, Libanon, Palestina dan Kaukasia (Chechnya).

  1. Mazhab Maliki

Didirikan oleh Imam Malik, yang memiliki nama lengkap Malik bin Anas. Lahir di Madinah pada tahun 90 H dan wafat pada tahun 174 H.

Mazhab ini dominan tersebar di negara-negara Afrika Barat dan Utara. Mazhab ini memiliki keunikan karena menyodorkan tatacara hidup penduduk Madinah sebagai sumber hukum mereka.

  1. Mazhab Syafi’i

Mazhab Syafi’I dinisbahkan kepada Imam Syafi’I, beliau memiliki nama lengkap Muhammad bin Idris asy-Syafi’I. Beliau lahir di Gaza, Palestina pada tahun 150 H bertepatan dengan tahun wafatnya Imam Abu Hanifah. Beliau wafat di Mesir pada tahun 205 H.

Imam Syafi’I juga termasuk kerabat Rasulullah SAW, ia termasuk dalam Bani Muththalib yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim yang merupakan kakek dari Rasulullah SAW.

Mazhab ini dominan tersebar di daerah Indonesia, Turki, Irak, Syiria, Iran, Mesir, Somalia, Yaman, Thailand, Kamboja, Vietnam, Singapura, Filipina, Sri Lanka, Malaysia, dan Brunei.

  1. Mazhab Hambali

Didirikan oleh Imam Ahmad bin Hanbal yang memiliki nama lengkap Ahmad bin Muhammad bin Hambal, bin Hilal bin As’ad al-Marwazie al-Baghdadi. Lahir pada tahun 164 H di Baghdad dan wafat pada tahun 241 H.

Mazhab Hambali tesebar di Semenanjung Arab, dan mazhab ini merupakan mazhab yang dianut di Arab Saudi.

  1. Mazhab Sufyan al-Tsauri

Mazhab Sufyan al-Tsauri ini didirikan oleh Sufyan bin Sa’id bin Masruq al-Tsauri. Beliau lahir di Kufah pada tahun 97 H dan wafat di Basrah pada tahun 161 H.

Beliau pernah menolak diangkat sebagai hakim oleh Khalifah al-Manshur. Karena penolakannya ini beliau lebih memilih untuk mengasingkan diri di Bashrah hingga ia wafat tanpa ada yang mengetahui keberadaannya.

  1. Mazhab al-Laits bin Sa’ad

Nama lengkap beliau adalah al-Laits bin Sa’ad Abdurrahman al-Fahmi. Beliau lahir di Qalafsyandah pada tahun 94 H dan wafat di Kairo, Mesir pada tahun 175 H.

Beliau merupakan seorang amir di Mesir. Karena kehebatannya seorang Qadhi dan Naib pun tunduk dan patuh di bawah perintahnya.

Imam Syafi’I pernah berujar, “Al-Laits itu lebih paham agama daripada Imam Malik, namun para pengikutnya tidak banyak yang mengetahuinya.

  1. Mazhab Ishaq bin Rahawaih

Beliau memiliki nama lengkap Abu Ya’qub bin Rahawaih Ishaq bin Ibrahim bin Mukhallad al-Hanzhali al-Tamimi al-Marwazi. Lahir pada tahun 161 H di Marwa dan wafat pada tahun 238 H di Khurasan.

Beliau menetap di Khurasan untuk mengambil banyak sekali hadits dari para Imam-imam hadits di sana diantaranya, Imam Ahmad bin Hanbal, al-Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasai, dan ulama-ulama hadits lainnya.

Al-Khathib al-Baghdadi berkata, “Sungguh sangat lengkap dalam pribadi imam Ishaq, sebab dalam dirinya terkumpul segala kebaikan. Beliau adalah pakar hadits, fiqih, kuat hafalannya, gemar bersedekah, wara’, ahli zuhud, dan menuntut ilmu hingga ke negeri Hijaz, Syam, dan Yaman.

 

  1. Mazhab Ibnu Jarir

Nama lengkap pendiri mazhab ini adalah Muhammad bin Jarir bin Yazid al-Thabari. Lahir pada tahun 224 H di Thabarstan dan wafat pada tahun 310 H di Baghdad.

Beliau dikenal sebagai ahli sejarah dan seorang mufassir. Memiliki banyak sekali karangan. Ibnu Atsir berkata tentang beliau, “Imam Abu Ja’far itu dikenal sebagai orang yang paling jujur dalam menukil sejarah, dalam tafsirnya juga menunjukkan bahwa keilmuan beliau begitu sangat dalam dan kritis. Bahkan sebagaian ulama menjuluki beliau sebagai seorang mujtahid dalam hukum-hukum agama dan beliau tidak mau mengikuti imam mujtahid lain, justru beliau malah diikuti Sebagian besar umat islam karena banyak diantara mereka yang menukil perkataan dan pendapatnya.”

  1. Mazhab Imam Dawud

Nama lengkap beliau Dawud bin Ali bin Khalaf al-Ashbahani atau biasa dikenal sebagai Imam Dawud al-Zhahiri. Beliau lahir pada tahun 201 H di Kufah dan wafat pada tahun 270 H di Baghdad.

Beliau dikenal sebagai Imam dalam Mazhab Zhahiriyah. Mazhab ini dikenal sebagai mazhab yang memahami al-Quran dan as-Sunnah hanya pada teks luarnya saja, terkadang istinbath hukumnya memakai cara ta’wil, pendapat pribadi dan qiyas.

Ibnu Khalkan mengisahkan suatu kisah tentang beliau bahwa pada saat itu beliau berada dalam majlisnya yang dihadiri kurang lebih 400 penduduk kota Thailasan setiap harinya dan beliau sendiri yang mengajarnya.

Itulah Mazhab-mazhab fiqih yang telah tersebar di penjuru Dunia. Akan tetapi, dari kesembilan mazhab tersebut yang bertahan hanya empat mazhab saja yaitu Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hambali. Penyebab dari hilangnya Mazhab-mazhab yang lain dikarenakan pengikut-pengikutnya kurang kompeten dalam mewariskan ilmu dari para Imam-Imam mereka.

Wallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)

(Arie Saputra)