Jakarta, Aktual.com – Komite Olimpiade Internasional (IOC) mencabut sementara skors terhadap Kuwait, sebelum dimulainya Asian Games, membuat negara itu dapat berpartisipasi di pesta olahraga tersebut di bawah benderanya sendiri.

Komite Olimpiade Kuwait (KOC) telah diskors sejak Oktober 2015 setelah pemerintah negara itu dituding melakukan intervensi dengan hukum olahraga yang baru.

Sebagai hasilnya, atlet-atlet Kuwait harus berpartisipasi di bawah bendera Olimpiade pada Olimpiade Rio de Janiero pada 2016 dan mereka telah memiliki akses terhadap pendanaan IOC.

“Demi kepentingan atlet-atlet Kuwait dan sebagai bentuk niat baik untuk mengakui kemajuan yang telah dicapai, Dewan Eksekutif IOC telah memutuskan untuk mencabut sementara skors terhadap KOC dengan dampak sesegera mungkin,” demikian pernyataan IOC, seperti diberitakan Reuters, Jumat (17/8).

Asian Games di Indonesia akan dimulai pada Sabtu (18/8).

IOC mengatakan alasan-alasan untuk skors itu tetap valid, “secara khususnya keperluan untuk melindungi pergerakan Olimpiade di Kuwait dari intervensi pemerintah yang tidak semestinya.” Namun mereka mencatat kemajuan pada diskusi-diskusi dengan Kuwait dan kesepakatan terhadap peta jalan untuk pemilihan-pemilihan umum yang segar pada organisasi-organisasi di Kuwait dan potensi amandemen terhadap hukum olahraga yang kontroversial.

Pembicaraan-pembicaraan pada tahun-tahun sebelumnya telah gagal untuk menuai hasil dan Kuwait pada 2016 berulang kali menuntut IOC dengan kompensasi sebesar satu miliar dolar, meski tuntutan-tuntutan itu tidak pernah sukses.

Kuwait saat itu mengatakan bahwa skors tersebut tidak dapat dibenarkan dan tidak adil dan IOC tidak melakukan “investigasi yang layak.” Kuwait juga diskors pada 2010 terkait kekisruhan serupa, namun mencabut hukuman itu sebelum Olimpiade London 2012.

Negara itu memiliki lebih dari badan olahraga nasional yang diskors dalam beberapa tahun terakhir, termasuk federasi sepak bolanya.

 

Ant.

()