Jakarta, Aktual.co — Bekas Gubernur Sulawesi Tengah yang juga eks Ketua Dewan Pembina DPW Partai Nasdem Sulteng HB Paliudju, dijebloskan ke tahanan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Sulteng pada, Selasa (9/12) sore.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Tony T Spontana menjelaskan, penahanan terhadap Paliadju terkait kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran operasional Provinsi Sulteng tahun 2006-2011.
“Benar, Kejati Sulteng hari ini menahan mantan Gubernur Sulteng Paliudju terkait penyidikan dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran 2006- 2011,” kata Kapuspenkum saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (9/12).
Tony menambahkan, tidak ada penjemputan paksa dalam penahanan Paliadju, yang kini dititipkan di Rutan Maesa Palu. “Tidak ada penjemputan paksa, yang bersangkutan ditahan setelah diperiksa di Kejati Sulteng.”
Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sulteng Sudirman Syarif menerangkan penahanan terhadap Paliudju dimaksudkan untuk mempermudah proses hukum yangbersangkutan.
Menurut Sudirman, Paliudju merupakan aktor utama dalam dugaan penyalahgunaan dana operasional Pengprov Sulteng.
Paliudhu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang, yang sebelumnya menjerat mantan Bendahara Gubernur Rita Sahara. Rita yang merupakan adik ipar Paliudju kini tengah menjalani persidangan dan oleh jaksa dituntut 9 tahun penjara.
Kasus ini mencuat pada November 2013 lalu, setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menemukan adanya dugaan TPPU di PT Bank Sulteng.
Sementara saat dikonfirmasi terpisah, Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella mengaku prihatin atas ditahannya HB Paliudju yang terlibat dalam kasus korupsi.
Kendati demikian dia tetap menghormati proses hukum yang berjalan tanpa melihat asal usul parpol mengingat Jaksa Agung saat ini berasal dari partai besutan Surya Paloh itu.
“Sebagai Sekjen, kami prihatin kader kami tersangkut kasus korupsi, tetapi hukum harus terus berjalan tanpa melihat asal usul parpol atau equality before the law. Walaupun Jaksa Agung nya berasal dari partai yg sama. Saya yakin hukum akan berlaku Adil,” katanya.

()

(Wisnu)