Jakarta, Dua mahasiswa asal Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, yakni Rezki Ameliyah dan Mohammad Nur Fiqri, harus menerima perlakuan kurang menyenangkan dari pihak kampusnya. Kedua mahasiswa tersebut menuangkan aspirasi dalam secarik poster dan menempelkannya di sejumlah titik kampus tersebut.

Saat menempelkan poster disalah satu titik, ia dan rekannya langsung diciduk oleh satpam setempat dan langsung diamankan ke ruangan Wakil Rektor III, tanpa basa-basi, hari itu juga, ia dan rekannya langsung mendapat skorsing dua semester dari pihak kampus, karena dianggap melakukan kegiatan vandalisme.

Poster kritikan bertajuk “Kampus Rasa Pabrik” yang di tempelkan oleh kedua mahasiswa tersebut tidak terbayangkan jika harus berujung pada skorsing. Kedua mahasiswa tersebut beranggapan tindakan yang dilakukan pihak kampus sudah semena-mena, hal ini merupakan salah satu bentuk kriminalisasi yang dilakukan pihak kampus.

Agus Harta Salah seorang kandidat calon ketua umum PB HMI, yang nanti akan berkongres di Ambon berpendapat, pihak kampus sudah membantasi mahasiswa dalam beraspirasi, berekspresi, dan berorganisasi. Kampus tersebut secara kasat mata menampilkan sikap paranoia yang berlebihan terhadap masyarakat kampus, dan kemudian terus dilestarikan hingga menimbulkan sikap anti-kritik.

Mantan Ketua Umum Cabang Jakarta Selatan ini juga menambahkan bahwa rektorak harus memahami betul budaya yang terjadi dikalangan mahasiswa, seperti yang di ajarkan di Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) yakni budaya membaca dan berdiskusi. Jadi wajar seandainya mereka menyampaikan keluh kesahnya terhadap sebuah keinginan perbaikan.

” Budaya baca dan diskusi tidak boleh luntur dari peradaban dunia Himpunan Mahasiswa Islam, sebab itu jangan larang mahasiswa menyampaikan pendapat, selama pendapat tersebut baik dan membangun” Ucapan Agus di sela sela persiapanya menuju kongres HMI di Ambon, Kamis (8/2/2018).

Terakhir Mantan Wasekjen PB HMI ini juga berpesan, Kaum mustadh’afin (tertindas) akan sealu merindukan kita untuk berada ditengah-tengahnya. Kedepan HMI akan lebih banyak turun kejalan untuk menyuarakan suara Rakyat, karena HMI lahir dari Rakyat dan berjuang untuk Rakyat. Mengkritik kebijakan yang salah.

(Bawaan Situs)