Jakarta, Aktual.com – Idaroh Wustho Jam’iyyah Ahlu At-Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) DKI Jakarta menggelar Konsolidasi dan buka puasa bersama Pengurus Idaroh Wushto JATMAN DKI Jakarta dan Pengurus tingkat Syu’biyah se-DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Mudir Idaroh Wustho JATMAN DKI Jakarta KH. Muhammad Danial Nafis, mengingatkan pengurus Syu’biyah berperan aktif dalam acara-acara keislaman yang bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan thoriqoh ke masyarakat.

“Yaitu melalui majelis-majelis dzikir, dengan membaca Al -Qur’an dan sholawatan semisal Qashidah Burdah, maulid atau yang lainnya.” kata Kiai Nafis dalam acara bertajuk Konsolidasi JATMAN DKI Jakarta dalam Melindungi Umat dari Ajaran/Tarekat Sesat, Ahad (10/4) di Majelis Dzikir Al-Mardhiyah, Idarah Syu’biyah JATMAN Jakarta Barat.

Kiai Nafis juga mengajak para pengurus JATMAN agar menjadikan majelis dzikir sebagai simbol syi’ar kethariqahan dan ta’lim ke thariqahan dan akhlak bagi masyarakat.

Selain itu, Kiai Nafis mengingatkan agar para pengurus JATMAN di tingkat Wustho maupun Syu’biyah turut merapatkan barisan dalam menjawab perkara-perkara aneh yang mencoreng nama thariqah yang benar; yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Sebab, ketika kasyaf bertentangan dengan Kitabullah (Al-Qur’an) dan As-Sunnah, maka yang harus dikedepankan adalah berpegang pada Al- Qur’an dan As-Sunnah, kesampingkan kasyaf yang datang.” jelas Kiai Nafis.

Acara Konsolidasi yang digelar JATMAN DKI Jakarta bekerja sama dengan Syu’biyah se-DKI jakarta itu merupakan ajang silaturahim para Mursyid, muqoddam, wakil talkin, badal dan para pengamal thoriqoh mu’tabarah serta pengurus JATMAN Idaroh Syu’biyah se-DKI Jakarta dan juga sebagai upaya JATMAN DKI dalam mengedukasi dan menjawab keresahan umat dari menyebarnya ajaran-ajaran sesat yang mengatasnamakan majelis tarekat dan tasawuf akhir-akhir ini.

(As'ad Syamsul Abidin)