Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (15/11) sore ditutup menguat terbawa neraca perdagangan Oktober 2019 yang surplus 161,3 juta dolar AS.

Rupiah ditutup menguat 11 poin atau 0,08 persen menjadi Rp14.077 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.088 per dolar AS.

“Neraca perdagangan Oktober ekspektasinya defisit, ternyata datanya jauh lebih baik dari ekspektasi,” kata analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Jumat (15/11).

Sementara itu, dari eksternal, sebagian besar masih bersifat negatif terutama terkait tarik ulur kesepakatan dagang AS dan China.

“Sentimen negatif dari eksternal antara lain ketidakjelasan negosiasi dagang AS Tiongkok dan terus melemahnya data-data ekonomi China,” kata Rully.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp14.060 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.060 per dolar AS hingga Rp14.077 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.069 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.098 per dolar AS.

(Arbie Marwan)