Foto udara kawasan proyek Reklamasi Teluk Jakarta di Pantai Utara, Jakarta, Minggu (10/12/2017). Gubernur DKI Anies Baswedan telah mencabut rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta dari program legislasi daerah (prolegda). Raperda terkait reklamasi Teluk Jakarta ini dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan Ibu Kota di masa mendatang. Raperda terkait reklamasi itu harus memperhatikan banyak aspek, di antaranya faktor sosial ekonomi, geopolitik dan lingkungan hidup. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Sebanyak 3 ton kulit kerang hijau ditebar di perairan Ancol, Jakarta, Ahad (6/10), kegiatan ini melibatkan 14 komunitas se DKI Jakarta dan Forum CSR DKI Jakarta dalam rangka menumbuhkan kepedulian untuk menjernihkan kembali perairan Teluk Jakarta melalui kegiatan restorasi Kerang Hijau.

Manajer Komunikasi Korporat PT Pembangunan Jaya Ancol, Rika Lestari mengatakan Restorasi Kerang hijau merupakan program konservasi Ancol yang sudah dilakukan sejak 2018 untuk mengembalikan keanekaragahaman hayati perairan Teluk Jakarta.

“Upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri perlu keterlibatan banyak pihak. Kami mengajak berbagai pihak mengkampanyekan Restorasi Kerang hijau sebagai sebuah gerakan. Kegiatan ini memperbesar peluang kualitas air laut Teluk Jakarta menjadi semakin baik,” kata Rika.

Berdasarkan hasil penelitian dan eksperimen tim konservasi Ancol pada pertengahan tahun lalu, diketahui 1 kilogram kerang hijau mampu menyaring air sebanyak 10 liter per jam. Sebanyak 96 kilogram kerang hijau hasil restorasi yang dilakukan pun telah mampu menyaring 960 liter air laut secara alami dan menurunkan nitrogen sebanyak 21 miligram per jam.

“Target kami tahun ini mendapatkan pertumbuhan 1.000 kg kerang hijau, sehingga akan ada 10 liter air yang difilterisasi setiap jam secara alami, tanpa bantuan teknologi maupun manusia. Dengan keterlibatan Forum CSR DKI

Jakarta, Rumah Millennials dan banyak pihak, kami berharap dapat melampaui target tersebut,” kata Rika.

(Abdul Hamid)