Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) dan Menkopolhukam Luhut Panjaitan (kiri) memimpin rapat kabinet terbatas tentang pengembangan potensi ekonomi Kepulauan Natuna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (29/6). Dalam pengembangan potensi ekonomi Kepulauan Natuna, Presiden memfokuskan pengembangan industri perikanan, industri minyak, dan gas bumi (migas), serta pertahanan dalam menjaga sumber daya alam di wilayah perbatasan Indonesia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/16

Jakarta, Aktual.com – Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat Indonesia untuk mewaspadai adanya revolusi industri baru yang saat ini sudah digaungkan oleh beberapa negara.

“Ini mulai digaungkan oleh negara-negara besar,” kata Presiden usai menghadiri KTT G20 di Hangzhou, Tiongkok, Senin (5/9).

Presiden mengatakan Indonesia harus melihat peluang itu dan harus ambil peran.

“Jangan sampai kita ditinggal,” kata Presiden.

Yang kedua, Jokowi juga mengingatkan untuk mengejar ekonomi digital yang saat ini sudah diterapkan di banyak negara.

Presiden mencontohkan negara Tiongkok yang memiliki perusahaan e-commerce Alibaba Grup dan Huawei yang bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

“Kita secepatnya harus mengikuti, seperti Alibaba dan Huawei. Sebetulnya Indonesia sudah memiliki ‘market place’ lokal yang dapat dipakai menjadi pondasi ke ekonomi digital dunia,” harap Presiden.

Presiden juga berharap hasil dari KTT G20 ini bisa diterapkan agar tidak tertinggal jauh dengan negara maju lainnya.

Jokowi juga menegaskan mendukung upaya-upaya perbaikan ekonomi dan kerja sama antarnegara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dunia.

(Ismed Eka Kusuma)