Jakarta, Aktual.co —Tim penyidik satuan narkoba Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara menyatakan mayoritas dari 38 pelaku yang ditangkap dalam operasi penggerebekan narkoba di Kampung Bahari, Warakas, pada Sabtu (8/11) pagi kemarin, berstatus tersangka.
Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Apollo Sinambela mengakui hingga saat ini pihaknya masih mendalami keterangan dari para pelaku.
“Sehingga belum ada penetapan lengkap tentang status semua orang yang dibawa ke kantor polisi. Tapi mayoritas pelaku jadi tersangka,” ujarnya, ketika dikonfirmasi Minggu malam (9/11).
Dengan begitu, berarti jumlah tersangka bertambah sejak sudah ditetapkannya tujuh tersangka Sabtu sore kemarin. 
“Pokoknya sebagian besar sudah tersangka, sedangkan sebagian lagi masih didalami keterlibatannya,” kata perwira dengan dua melati di pundak tersebut.
Pihaknya mengaku tidak mudah memberikan status tersangka, karena harus benar-benar dan disertai alat bukti, sehingga polisi bisa menjeratnya.
Pada pemeriksaan tersebut, lanjut dia, tidak semua yang ditangkap mengakui perbuatannya dan mengelak bahwa sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi adalah miliknya.
Sebelumnya, 200 personel Polres Metro Jakarta Utara dibantu dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggerebek Kampung Bahari dan mengamankan 38 orang karena mereka berada di lokasi yang diduga menjadi pelaku peredaran narkoba.
Dalam operasi penegakan hukum peredaran narkoba itu, polisi juga menyita barang bukti berupa 300 gram sabu-sabu, 500 butir ekstasi, dua kilogram ganja, lima pucuk senjata api, 25 butir peluru, satu pucuk senapan angin dan 40 bilah senjata tajam.
Selanjutnya, 39 alat isap sabu-sabu (bong), 14 unit timbangan digital, enam unit handtalky (HT), enam buah insulin, empat unit kamera tersembunyi, 50 unit telepon selular, enam unit sepeda motor, satu unit mobil dan uang tunai Rp28,5 juta.

()

()