Warga mencelupkan jari ke botol berisi tinta usai menggunakan hak pilih pada pemungutan suara Pilkada Karangasem di TPS 1 Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (9/12). Pilkada Kabupaten Karangsem diikuti oleh tiga pasang calon bupati dan wakil bupati yaitu, I Wayan Sudirta-Ni Made Sumiati, I Gusti Ayu Mas Sumantri-I Wayan Artha Dipa dan I Made Sukerana-I Komang Kisid. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/ama/15

Jakarta, Aktual.com — Tokoh-tokoh senior PDI Perjuangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan adanya evaluasi dan pergantian kepengurusan setelah menelan kekalahan pada Pilkada 9 Desember di wilayah itu.

Tokoh seniro PDI Perjuangan Gunung Kidul Ternalem PA di Gunung Kidul mengatakan, kekalahan dalam Pilkada 9 Desember merupakan kekalahan yang seharusnya tidak terjadi di tubuh partai besutan Megawati Soekarnoputri ini.

“Pada pemilihan legislatif (Pileg) 9 April 2014 PDI Perjuangan mendapatkan 11 kursi DPRD dan menjadi pemenang pemilu. Seharusnya kita semua instropeksi diri karena kekalahan dalam Pilkada 9 Desember,” kata Ternalem, Rabu (16/12).

Dia mengatakan ada beberapa catatan diantaranya kepimpinan PAC PDI Perjuangan Endah Subekti Kuntariningsih saat kampanye, yang terkesan arogan dan tidak bisa merangkul semua kalangan menyebabkan PDI Perjuangan tidak mendapatkan dukungan dari PNS.

Selain itu, menurut dia dalam menggerakkan kader terkesan ada pemaksaan sehingga tidak maksimal untuk meraih kemenangan. “Strategi kader yang memenangkan pileg tidak dipakai dan harus tunduk pada arahan DPC itu salah. Mereka (Kader) bisa memenangkan pileg lalu karena memiliki strategi,” ujar dia.

Ternalem mengatakan pihaknya berharap sebagai Ketua DPC Endah Subekti Kuntariningsih sebaiknya melakukan evaluasi dan mundur dari jabatannya. Sebagai pertanggung jawaban kekalahan.

Dia khawatir jika tidak ada evaluasi akan berdampak pada Pemilu Legislatif 2019. “Saya khawatir PDI Perjuangan akan kalah, dan 11 kursi akan turun pada pileg. Sebagai kader kami berharap legowo untuk mundur,” ujar dia.

Menurut dia, upaya perbaikan tubuh PDI Perjuangan sudah dibicarakan dengan tokoh senior. Hal ini untuk mempertahankan kader dan simpatisan. “Jangan sampai kader dan simpatisan PDI Perjuangan pecah. Upaya ini sebagai bentuk kecintaan kami terhadap PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik.”

Sebelumnya dalam berbagai kesempatan, Ketua DPC PDIP Gunung Kidul Endah Subekti Kuntariningsih mengaku siap mempertanggungjawabkan hasil pilkada kepada partai.

“Saya bertanggung jawab aats kekalahan ini. Dan saya juga siap apabila harus dicopot dari jabatan saya karena dianggap gagal,” katanya.

(Ant)

(Wisnu)