Jakarta, Aktual.com — Komite Aliansi Mahasiswa Papua (KAMP) melakukan aksi di Bundaran HI. Aksi ini merupakan peringatan Deklarasi Kemerdekaan Papua yang ke-54 tahun sejak 1 Desember 1961.

Ketua Umum KAMP Jefri Wenda mengatakan, aksi hari ini merupakan perwujudan dari keinginan rakyat Papua untuk mendapatkan kebebasan dalam menentukan nasib.

“Kita memperingati kemerdekaan Papua ke-54. Hari ini juga kita menuntut kebebasan dan hak menentukan nasib rakyat Papua sendiri yang tertuang di New York agreement tahun 1962,” katanya, kepada Aktual.com, di Jakarta, Selasa (1/12).

Jefri menambahkan, ketentuan-ketentuan yang ada di perjanjian New York tersebut tidak berjalan baik. Masyarakat Papua tidak dapat melaksanakan penentuan pendapat dengan nyaman karena mendapatkan teror dan intimidasi dari pihak militer.

“Saat ada penentuan pendapat, ada 1025 orang Papua yang akan menentukan pendapat saat itu. Tapi kemudian kita mendapatkan teror intimidasi dari militer untuk tidak datang menyatakan pendapat. Akhirnya yang datang hanya 125 orang saja yang menyatakan pendapatnya,” tuturnya.

Perjuangan rakyat Papua tidak akan padam walaupun ada pergantian rezim pemerintahan yang memaksakan Papua untuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh: