Geomarin
Geomarin

Jakarta, Aktual.com – Kapal Riset Geomarin III milik Badan Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diharapkan berperan besar utuk pertumbuhan industri minyak dan gas bumi (migas) di Tanah Air.

“Kapal ini tujuannya mencari ‘rumah’ di mana ada lokasi minyak, tapi soal isinya, nanti itu berupa WK Migas yang akan ditawarkan kepada investor. Investor yang harus melakukan eksplorasi. Kapal (Geomarin III) ini adalah ‘cikal bakal’ terjadinya WK Migas yang dilelang oleh Ditjen Migas,” ujar Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial yang diterima Aktual.com Senin (7/8).

Sementara itu, Deputi Pengendalian Pengadaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto, menilai peran Kapal Geomarin III juga cukup besar, terutama saat WK Migas yang dilelang sudah mendapatkan pemenang.

Sebagaimana diketahui, setelah berkontrak dengan SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas wajib melakukan survei seismik. Dalam Pedoman Tata Kerja Nomor 007 Buku Kedua Revisi 04 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa (PTK007 Revisi 04) disebutkan bahwa SKK Migas dapat melakukan penunjukkan langsung bagi instansi Pemerintah untuk melakukan survei seismik.

“Setelah WK dilelang, ada pemenang lelang, KKKS berkontrak dengan SKK Migas. Dalam kontrak ada komitmen eksplorasi pasti ada kegiatan seismik, wajib melakukan seismik sekian kilo meter. Inilah peran kapal (Geomarin III) ini, bisa digunakan untuk melakukan seismik. Selama ini KKKS dalam pengadaan seismiknya dilakukan dengan lelang,” ujar Djoko Siswanto.

Selain itu, lanjut Djoko, Kapal Riset Geomarin III juga dapat dipergunakan untuk melihat permukaan bawah laut saat KKKS akan melakukan pemasangan pipa.

“Pada saat Plan of Development (POD), pelaksanaan POD atau pengembangan lapangan, biasanya untuk offshore itu sering dilakukan pemasangan pipa, Geomarin III bisa dipergunakan untuk melihat permukaan bawah laut, apakah ada palung, berapa dalamnya, sehingga pemasangan pipa bisa kita lakukan,” imbuh Djoko.

(Reporter: Dadangsah Dapunta)

(Dadangsah Dapunta)

(Eka)