Jakarta, Aktual.com – Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan bahwa eksploitasi sumber daya alam (SDA) tidak boleh melampaui batas dan harus tetap mengikuti aturan lingkungan yang berlaku.
Pernyataan tersebut disampaikan Jumhur dalam pidato usai serah terima jabatan (sertijab) di Plaza Kuningan, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Ia menekankan pentingnya menjadikan kesadaran ekologis sebagai kebiasaan kolektif masyarakat.
“Ekologi lintas ekologi harus menjadi habitus kita bersama,” kata Jumhur.
Ia juga menyoroti pentingnya etika lingkungan atau environmental ethics, sejalan dengan pandangan Rocky Gerung. Menurutnya, kerusakan lingkungan telah berlangsung sejak dekade 1980–1990-an, baik akibat polusi industri di negara maju maupun deforestasi di negara berkembang.
“Dunia ini dikepung oleh daya rusak yang dahsyat dari utara dan selatan,” ujarnya.
Dalam konteks pembangunan, Jumhur menegaskan bahwa sektor industri, termasuk ekstraktif, tetap diperlukan untuk menopang ekonomi. Namun, ia mengingatkan bahwa eksploitasi SDA harus dikendalikan agar tidak merusak lingkungan.
Ia menyebut pandangan tersebut sejalan dengan pemikiran Presiden terpilih Prabowo Subianto terkait keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
“Eksploitasi sumber daya alam itu tidak boleh melebihi batas,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah menjadikan pengelolaan sampah sebagai prioritas nasional dengan target penyelesaian dalam dua hingga tiga tahun ke depan melalui kerja lintas kementerian.
Jumhur juga menyoroti meningkatnya pencemaran laut, termasuk temuan mikroplastik pada ikan di sejumlah perairan. Ia mengingatkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
Dalam pernyataannya, ia menyinggung tanggung jawab terhadap generasi muda, khususnya generasi Z, yang dinilai berhak menuntut kondisi lingkungan yang lebih baik di masa depan.
“Dia berhak marah kepada kita,” katanya.
Jumhur menegaskan bahwa upaya perlindungan lingkungan tidak bertujuan menghambat investasi. Pemerintah, kata dia, tetap mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memastikan seluruh kegiatan usaha mematuhi aturan lingkungan.
“Kita ada di sini justru untuk memastikan investasi-investasi itu bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga meluruskan isu di media sosial terkait narasi bahwa dirinya diangkat untuk melawan oligarki. Menurutnya, pendekatan yang diambil adalah kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperbaiki kondisi lingkungan secara bersama.
Namun, ia menegaskan tindakan tegas tetap diperlukan terhadap pihak yang melanggar aturan agar tidak memicu keresahan publik.
Artikel ini ditulis oleh:
Achmat
Eka Permadhi

















