Jakarta, Aktual.co — Kepala Polisi Resor Bogor Kota, AKBP Irsan menyatakan, pihaknya menjamin masyarakat dapat merayakan malam tahun baru 2015 dengan nyaman dan tenang, tanpa mengkhawatirkan adanya teror.
“Kita sudah berhasil mengungkap pelaku yang mengirimkan SMS teror, dengan pengungkapan masyarakat tidak perlu khawatir lagi, dapat beraktifitas dengan nyaman dan tenang,” kata Kapolres dalam ekspose kasus di Markas Polres Bogor Kota, Senin (29/12).
Kapolres mengatakan, pengirim SMS teror sudah berhasil ditangkap oleh jajarannya belum lama ini. Dan dipastikan bahwa pengirim sama sekali tidak ada berkaitan dengan jaringan ISIS.
Ia mengatakan, motivasi pelaku mengirimkan sms teror karena sakit hati pada keluarganya, selain itu pelaku juga mengalami depresi karena habis bercerai dengan istrinya.
“Motif pelaku sakit hati karena tidak ada keluarga yang memperhatikan, ia mengirim sms itu dengan harapan ada yang membalas dan memperhatikannya,” katanya.
Berdasarkan hasil penyidikan, pelaku mengirimkan sms berisi ancaman teror bom dengan menggunakan kartu SIM milik saksi UR beralamat di Cisarua.
Sebelum menangkap pelaku berinisial RS (42) di rumahnya di wilayah Sukasari, petugas terlebih dahulu melacak pemilik kartu SIM yang tinggal di Cisarua.
Dari keterangan saksi UR, kartu SIM tersebut telah hilang bersamaan di hari pelaku menemukan kartu SIM telepon seluler milik saksi.
“Karena kartu temuan itu berisi pulsa, oleh pelaku yang kehabisan pulsa memanfaatkan kartu untuk berkomunikasi,” katanya.
Terkait dengan SMS yang berisi ancaman bom oleh ISIS Bogor, AKBP Irsan menjelaskan, pelaku pada saat itu sedang membaca berita mengenai ISIS dari koran lokal.
Dari pemberitaan tersebut, pelaku mengirimkan sms ancaman akan meledakkan bom di tiga lokasi pada malam tahun baru yakni Botani, BTM dan Stasiun Bogor. Pesan singkat dikirimkan kepada mimbar bebas salah satu media lokal.
“Kami sudah memeriksa rumah pelaku maupun rumah UR, tidak ada tanda-tanda ISIS maupun benda-benda yang mengarah kesana,” katanya.
Untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku, kepolisian akan melibatkan psikolog untuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku mengingat sms ancaman yang dikirimkan telah menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kita akan periksa kondisi kejiwaan tersangka, apakah ada motif lain yang disembunyikan pelaku,” kata Kapolres.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada Senin (23/12) ramai diberitakan Kota Bogor mendapat teror dari ISIS Bogor yang akan membom tiga lokasi yakni BTM, Botani dan Stasiun Bogor.
Artikel ini ditulis oleh:

















