Semarang, Aktual.com — Hasil pemeriksaan sementara terhadap sejumlah orang yang terlibat pelatihan mencurigakan di Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, belum ada kaitannya dengan terorisme, demikian kata Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Harjanto.

“Tadi malam (19/2) pukul 22.30 WIB kami mengamankan beberapa orang, berdasarkan laporan masyarakat di Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, yang mendengar informasi bahwa di sekitar daerah tersebut ada kelompok orang yang melakukan kegiatan yang tidak lazim, baik tempat maupun waktunya,” katanya, kepada wartawan, di Temanggung, Sabtu (20/02).

Ia menyebutkan kegiatan itu tempatnya susah dijangkau, tidak terlihat oleh masyarakat secara umum, kemudian waktunya malam hari, dan tidak sepengetahuan warga sekitar.

“Kegiatan tersebut patut dicurigai, apalagi tidak berizin. Atas laporan itu kami mengamankan 38 orang dan sekarang masih dalam pemeriksaan,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya mempunyai waktu satu kali 24 jam untuk pemeriksaan, tugas polisi hanya mengamankan itu.

Menyinggung penyisiran yang dilakukan di kawasan Gunung Sumbing, dia mengatakan karena masyarakat memberitahukan di sana kalau latihan menggunakan senjata laras panjang dan membawa senjata tajam serta pakaian doreng dan sepatunya seperti sepatu militer maka wajib dilakukan penyisiran apakah benar hal tersebut.

“Masyarakat melihat kegiatannya ala militer. Kami mengamankan karena ada informasi dari masyarakat yang mencurigai kegiatan itu tidak lazim dan tidak berizin,” katanya.

Ia menuturkan pemeriksaan satu kali 24 jam menentukan apakah ada unsur pidana atau tidak yang dilakukan mereka.

“Kami mempunyai kesempatan satu kali 24 jam. Apakah kegiatan mereka masuk pidana atau tidak masih kami dalami.

Menurut dia, dari keterangan 38 orang yang diamankan, petugas belum menemukan orang yang pernah terlibat terorisme.

()