Kupang, Aktual.co — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTT sudah mencetak 5.000 kartu BBM dari pemerintah pusat khusus bagi nelayan.
“Kartu ini sebagai indentitas. Ada sekitar 17 ribu nelayan di NTT, dan kita sudah cetak 5.000-an kartu nelayan, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Abraham Maulaka, Rabu (26/11).
Hal ini menjawab pertanyaan tentang rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan yang akan  memberlakukan kartu BBM bagi para nelayan pasca kenaikan harga BBM.
Maulaka mengaku, belum mengetahui fungsi kartu BBM bagi para nelayan karena belum ada penjelasan resmi. Namun, kartu nelayan yang dicetak sebagai indentitas yang dipakai untuk menentukan nelayan yang akan mendapatkan kartu BBM apabila sudah berlaku nanti.
Ketua Asosiasi Nelayan Tradisional NTT, Haji Mustafa mengaku belum mengetahui manfaat kartu BBM untuk nelayan yang dikeluarkan pemerintah.
Diharapkan, kartu itu bisa memberikan kemudahan bagi nelayan untuk mendapatkan  BBM. Hal ini karena masih banyak nelayan yang mengeluh sulit mendapatkan BBM untuk melaut.
Nelayan di Kota Kupang mengeluhkan keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) pasca penguman kenaikan harga BBM. Untuk mendapatkan BBM yang cukup untuk kebutuhan melaut, nelayan terpaksa harus membeli lagi  BBM  ke SPBU.
Dia menambahkan, seperti di depo nelayan Oesapa tidak cukup melayani nelayan yang berjumlah lebih dari 1.000 orang. Sebagai solusi  Untuk mencukupi kebutuhan BBM, para nelayan harus meminta rekomendasi untuk membeli lagi ke SPBU.
“Untuk sekali melaut yang memakan waktu dua minggu, satu kapal membutuhkan solar sebanyak dua drum atau setara 400 liter. Namun kebutuhan sebanyak ini tidak bisa dilayani oleh depo nelayan.”

Artikel ini ditulis oleh: