Jakarta, Aktual.co — Angka ekspor senilai USD184,3 miliar atau sekitar 300 persen yang ditargetkan Kementerian Perdagangan pada tahun 2014 nampaknya sulit untuk dicapai. Hal tersebut dikarenakan delapan komoditas mengalami penurunan harga.

“Kami melihat agak sulit, ada delapan komoditas yang mengalami penurunan harga seperti Crude Palm Oil (CPO) dan karet, bahkan harga karet mengalami penurunan yang paling tinggi khususnya dengn penurunan harga internasional,” ujar Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Nus Nuzulia di Kantor Kemendag Jakarta, Selasa (4/11).

Lebih lanjut Nus mengatakan dirinya akan tetap melakukan usaha semaksimal mungkin agar agar komoditas-komoditas andalan bisa mencapai target. Target tersebut menurutnya bisa tercapai secara bertahap.

“Kita lihat saja nanti, ini kan bertahap dan kami tetap yakin. Ada komoditas yang cukup bagus seperti CPO, chemical, food, dan perhiasan. Lalu di sektor kelautan dan perikanan juga kita lihat ekspor udang bagus. Harga udang kita September ini mencapai USD1 miliar,” terangnya.

Seperti diketahui bahwa data Badan Pusat Statistik mencatat niai ekspor tahun 2014 sebesar 132,71 miliar USD atau mengalami penurunan sebesar 0,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

()

(Eka)