Jakarta, aktual.com  Pemerintah Indonesia meningkatkan status kewaspadaan perjalanan (travel warning) ke Singapura menjadi kuning. Hal ini dilakukan setelah pemerintah Singapura juga menaikkan status travel warning di negara itu.

Warga yang berkunjung diharapkan untuk berhati-hati, mengingat penyebaran virus corona yang mematikan semakin liar.

“Merespon perkembangan penyebaran virus corona baru (2019-nCoV) di Singapura, status tingkat kewaspadaan perjalanan ditingkatkan menjadi Kuning,” tulis kementerian luar negeri RI di situs resminya, Sabtu (8/2).

“Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengimbau Anda yang sedang dan/atau akan bepergian ke Singapura untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan berbagai langkah pencegahan transmisi wabah 2019 novel coronavirus (2019-nCoV) seperti antara lain: menjaga stamina fisik dan psikis, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, rutin mencuci tangan, menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah, serta menghindari interaksi dengan keramaian publik.”

Sebelumnya, pemerintah Singapura telah lebih dulu mengeluarkan peningkatan status kewaspadaan pasca korban terinfeksi virus corona di negara itu terus meningkat.

“Sejak bulan lalu, Pemerintah Singapura telah menerapkan serangkaian langkah-langkah untuk mengurangi risiko kasus impor dan penularan virus coronavirus baru 2019 (2019-nCoV) dalam komunitas. Kami telah memperkuat langkah-langkah ini secara progresif saat situasinya meningkat, baik secara global maupun di Singapura,” kata pihak berwenang negara kota, Jumat, sebagaimana dimuat dalam website mereka.

“Pada 7 Februari 2020, kami meningkatkan penilaian risiko kami dari DORSCON Yellow ke DORSCON Orange1, karena ada beberapa kasus lokal tanpa kaitan dengan kasus-kasus sebelumnya atau riwayat perjalanan ke China.”

Virus corona yang berasal dari Wuhan, China saat ini telah menjadi kekhawatiran global. Sebab, sejak ditemukan pada Desember lalu, wabah ini telah menjangkiti lebih dari 40 ribu orang di seluruh dunia dan menyebar di sedikitnya 26 negara.

Sementara itu, jumlah kematian telah mencapai 910 orang di China saja per Senin [10/2].

(Eko Priyanto)